PAREPARE – Dulu, Stadion Gelora BJ Habibie di Parepare punya reputasi mengerikan. Bagi tim tamu, tempat ini bagai neraka yang sulit ditaklukkan. Tapi sekarang? Keangkerannya seakan menguap begitu saja. Markas kebanggaan PSM Makassar ini jelas sedang mengalami pergeseran status yang dramatis.
Sungguh ironis. Dulu jadi benteng kokoh pengantar juara, kini berubah jadi ladang empuk bagi lawan untuk mendulang poin di Super League 2025/2026. Padahal, memori manis musim 2022/2023 masih begitu segar. Kala itu, GBH adalah saksi bisu keperkasaan Pasukan Ramang merengkuh gelar. Rekor kandang mereka hampir sempurna; cuma Madura United dan Persija Jakarta yang bisa bawa pulang poin dari sini.
Namun begitu, segalanya berubah drastis di musim ini. Keangkeran GBH luntur seketika. Dari 11 laga kandang, anak asuh Tomas Trucha cuma menang dua kali. Hasilnya? Lima imbang dan empat kekalahan yang menyakitkan hati suporter.
Tak tanggung-tanggung, empat tim sudah sukses mempermalukan PSM di rumah sendiri: Dewa United, Arema FC, Malut United, dan Bali United. Belum lagi tim-tim seperti Persijap, Madura United, Persebaya, PSIM, sampai Semen Padang yang berhasil memaksa imbang dan kabur dengan satu poin. Praktis, pesta kemenangan cuma terjadi saat mereka menumbangkan PSBS Biak dan Persija Jakarta.
Laga terbaru, Sabtu (14/2/2026) lalu, jadi puncak kekecewaan. Di hadapan publik Parepare, PSM dipaksa menyerah telak 0-2 oleh Dewa United.
Bek muda mereka, Daffa Salman, mengakui kesulitan yang dihadapi. “Kami sudah kerja keras,” ujarnya. Tapi bermain dengan 10 orang setelah kartu merah membuat segalanya berantakan.
“Lawan tim sekelas Dewa United dalam kondisi seperti itu memang sangat sulit. Kami minta maaf ke semua suporter, dan janji akan bangkit saat hadapi Persija nanti,” tutur pemain 23 tahun itu.
Meski kebobolan dua gol, performa individu Daffa sebenarnya cukup mentereng. Data mencatat ia melakukan enam intersep dan empat tekel bersih sepanjang laga.
Di sisi lain, pelatih Tomas Trucha tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Arsitek asal Ceko ini menilai anak asuhnya tampil buruk sejak awal.
“Sangat buruk,” ungkap Trucha dengan nada berat. “Kami seperti cuma menonton mereka main dan menunggu gol kebobolan. Ada perbaikan di babak kedua, tapi kartu merah merusak segalanya.”
Dia menyayangkan momentum positif usai kemenangan atas PSBS Biak terbuang percuma. Trucha menegaskan akan lakukan evaluasi total untuk perbaiki posisi di klasemen. Tak lupa, permintaan maaf sekali lagi ditujukan untuk para fans yang terus setia.
Artikel Terkait
Guardiola Kritik Performa Datar City Meski Lolos ke Babak Kelima Piala FA
Barcelona Resmi Sebut Rashford Pemain Kunci, Opsi Beli £26 Juta Makin Realistis
Mochtar Djuma Terpilih Aklamasi Pimpin Percasi Makassar hingga 2030
Bali United Waspadai Persija Meski Tanpa Pelatih di Laga Ulang Tahun