"Tim yang sukses nanti adalah tim yang paling punya hasrat mewakili negaranya saat itu. Yang mau merebut kesempatan untuk jadi skuad Indonesia pertama yang mengangkat trofi," tambah Herdman, menegaskan pandangannya.
Di sisi lain, dia sepenuhnya sadar dengan beban sejarah. Enam kali jadi runner-up, itu catatan yang melekat pada Timnas Indonesia. Tapi bagi Herdman, justru itu yang memicu semangat. Dia malah merasa tertantang, bukan terbebani.
"Peluang untuk memenangkan sesuatu yang belum pernah diraih? Itu justru hal yang bagus untuk seorang pelatih baru," kata mantan pelatih Timnas Kanada itu.
"Jadi, tujuan kita adalah membuat sejarah. Bersama para pemain, bersama suporter. Itulah pola pikir yang harus kita bawa. Dan dengan grup seperti ini, peluang itu sangat nyata," tegasnya.
Piala AFF edisi kali ini dijadwalkan berlangsung dari 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Dua tahun lalu, Indonesia harus pulang lebih awal setelah gagal melaju dari fase grup. Herdman jelas tak ingin sejarah itu terulang.
Artikel Terkait
Dua Harapan Indonesia Hadapi Rintangan Berat di Perempat Final India Open
Dua Harapan Indonesia Hadang Rintangan Berat di India Open
Barcelona Pecah Kebuntuan di El Sardinero, Lolos ke Perempat Final Copa del Rey
Rizky Ridho: Ini Saatnya Akhiri Kutukan Runner-up di Piala AFF