Kapolri Perintahkan Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Teror Jelang Mudik Lebaran

- Senin, 02 Maret 2026 | 16:00 WIB
Kapolri Perintahkan Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Teror Jelang Mudik Lebaran

Di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin lalu, suasana terasa serius namun penuh koordinasi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat besar lintas kementerian dan lembaga. Tujuannya satu: menyiapkan pengamanan maksimal untuk mudik dan Lebaran tahun ini. Tema 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia' bukan sekadar slogan, melainkan target yang harus diwujudkan bersama.

Jenderal Sigit langsung menekankan poin krusial. Dia menginstruksikan Densus 88 Antiteror untuk meningkatkan kewaspadaan ke level tertinggi. Pencapaian tiga tahun berturut-turut tanpa serangan teror sejak 2023 adalah rekor yang tak boleh ternodai. “Ini capaian yang harus kita pertahankan,” tegasnya.

“Terkait aksi teror, ini tentu jadi perhatian utama kita,” ujar Sigit dalam paparannya.

“Dari 2023 sampai 2025 kemarin, kita berhasil mencegah serangan. Artinya, berbagai upaya seperti "preventive strike" kita lakukan terus.”

Dia tak sekadar bicara teori. Data konkret diajukan. Sepanjang 2025 saja, 51 tersangka teroris telah diamankan. Bahkan saat arus mudik tahun lalu, tujuh target berhasil diamankan sebelum sempat beraksi. Nyata.

Namun begitu, ancaman itu belum sirna. Justru makin rumit. Polri saat ini masih memantau pergerakan lebih dari 13 ribu target yang masuk radar. Situasi geopolitik global yang memanas, terutama di Timur Tengah, jadi faktor penguat kekhawatiran.

“Ini harus jadi perhatian ekstra,” tutur Sigit.

“Konflik global berpotensi memicu geliat di dalam negeri. Apalagi dengan isu bendera merah dari Iran sebagai simbol pembalasan. Ini PR besar bagi Densus untuk mempertahankan "Zero Terrorist Attack".”

Di sisi lain, rapat itu sendiri dihadiri oleh deretan pejabat puncak. Mulai dari Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, hingga Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Tak ketinggalan perwakilan TNI, BNPB, BMKG, dan direksi BUMN seperti Pertamina dan Jasa Marga. Total 302 peserta hadir langsung, ditambah puluhan Kapolda dan Kapolres yang ikut virtual.

Sinergi, menurut Sigit, adalah kunci. Instruksinya jelas: jajaran Polri harus berkolaborasi penuh dengan intelijen, TNI, dan Pemda. “Tolong, ini betul-betul kerja sama yang baik,” pinta dia.

“Koordinasi dengan TNI dan Pemda sangat vital, terutama untuk pemantauan dan pendataan ulang kelompok yang kita ikuti pergerakannya.”

Dalam struktur Operasi Ketupat 2026, Sigit bertindak sebagai Penanggung Jawab Kebijakan Operasi. Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo sebagai wakilnya, sementara Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho memimpin pelaksanaan teknis di lapangan. Semua sudah siap.

Pesan akhirnya sederhana tapi berat: kolaborasi total seluruh pemangku kepentingan untuk melayani puluhan juta masyarakat yang mudik dan merayakan Idul Fitri 1447 H. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi kerja kolektif. Agar keluarga benar-benar bahagia.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar