MURIANETWORK.COM Pernah ada janji. Usai tak lagi menjabat presiden, Joko Widodo bilang akan pulang ke Solo, hidup sebagai rakyat biasa. Tapi kenyataan? Ternyata lain sama sekali.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems, tak ragu menyebut sikap Jokowi ini sebagai sikap orang yang "nggedabrus". Istilah Jawa itu, kurang lebih, menggambarkan seseorang yang tak tahu diri.
"Dasar Jokowi manusia nggedabrus yang tidak tahu diri,"
begitu tulis Saiful dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (1/2/2026). Kritik pedas itu muncul bukan tanpa sebab.
Coba lihat apa yang baru saja terjadi di Makassar. Dalam Rakernas PSI, Sabtu lalu, Jokowi justru menyatakan akan bekerja mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia. Ia bahkan berjanji akan blusukan lagi mengunjungi puluhan provinsi, ratusan kabupaten, hingga ribuan kecamatan dan desa. Semua demi kemenangan PSI.
"Jokowi juga berjanji di hadapan seluruh kader PSI, bahwa ia akan mengunjungi puluhan provinsi, ratusan kabupaten/kota dan ribuan kecamatan serta desa-desa di seluruh Indonesia untuk memenangkan PSI,"
kata Saiful mengutip.
Nah, di sinilah letak ironinya menurut Saiful. Di satu sisi, Jokowi begitu bersemangat blusukan untuk partai. Namun di sisi lain, ia disebut enggan memenuhi panggilan pengadilan untuk kasus dugaan ijazah palsu yang masih menggantung.
"Padahal Jokowi sudah dipanggil berkali-kali oleh pengadilan untuk membuktikan keaslian ijazahnya,"
tandasnya. Kontras yang, baginya, sulit dimengerti. Janji pulang kampung tinggal janji. Yang ada malah gebrakan baru di panggung politik.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir