Rupanya, keputusan untuk merobohkan tiang-tiang monorel di Rasuna Said disambut baik oleh banyak orang. Bagi warga sekitar, struktur itu sudah lama jadi semacam 'relik' yang tak berguna, mangkrak bertahun-tahun tanpa pernah difungsikan.
Elsi, seorang warga setempat yang sudah berumur 43 tahun, mengaku tak kaget dengan proses pembongkaran itu. "Dari tetangga-tetangga sudah pada ngomong sih," ujarnya. Baginya, yang penting aktivitas sehari-hari dan usahanya tidak terganggu. Kalau itu terpenuhi, ia tak punya masalah.
"Selama itu tidak mengganggu jalanan dan usaha kami, ya tidak apa-apa. Iya, setuju saja. Kan tiangnya sudah ada dari lama banget, belasan tahun juga," kata Elsi, Kamis lalu.
Menurut pengamatannya, pemandangan di kawasan itu justru jadi lebih rapi sekarang. Ia cuma berharap proses penataan ini berjalan mulus, tanpa menimbulkan kemacetan baru yang justru bikin frustrasi.
"Sekarang lebih tertata dan bersih. Tidak terlihat kumuh karena sedang ada penataan ini," katanya.
"Selama tidak mengganggu jalan dan tidak bikin macet, tidak apa-apa," imbuhnya lagi.
Artikel Terkait
Hunian Sementara Mulai Dihuni, Bantuan Tunai Juga Mengalir untuk Korban Bencana Sumut
Sekolah Rakyat Guncang Dunia Pendidikan, Tes AI Gantikan Ujian Akademik
Cak Islah Tuding Jokowi Tahu Segalanya di Balik Kasus Gus Yaqut
Ketua PDIP Jabar Diperiksa KPK Terkait Kasus Ijon Bupati Bekasi