Mantan Ajudan Presiden Prabowo Naik Pangkat Jadi Brigjen, Pimpin Udayana

- Rabu, 24 Desember 2025 | 12:25 WIB
Mantan Ajudan Presiden Prabowo Naik Pangkat Jadi Brigjen, Pimpin Udayana

JAKARTA – Kolonel Wahyu Yuniartoto, yang selama ini dikenal sebagai ajudan Presiden Prabowo Subianto, mendapat promosi jabatan. Rotasi ini diputuskan langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Wahyu kini akan memegang posisi baru sebagai Kapoksahli IX/Udayana.

Dengan penugasan ini, otomatis pangkatnya naik. Dia tak lagi kolonel, melainkan menyandang bintang satu di pundaknya sebagai Brigadir Jenderal.

Kapuspen TNI (Mar) Freddy Ardianzah membenarkan rotasi itu saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).

"Betul, dua ajudan Presiden dirotasi jabatan menjadi jenderal bintang satu," ujarnya.

Lantas, seperti apa sosok perwira yang satu ini?

Wahyu Yuniartoto lahir di Purbalingga, 18 Juni 1979. Karir militernya bisa dibilang sangat lekat dengan dunia Kopassus, korps baret merah yang legendaris. Dia adalah lulusan Akmil tahun 2001. Awal bertugas, dia ditempatkan sebagai Perwira Pertama di Pussenif, sebelum akhirnya benar-benar menceburkan diri di Grup 1 Kopassus.

Jalannya tak selalu mulus. Saat masih berpangkat kapten, dia pernah memegang posisi sebagai Kasi Intel Grup II Kopassus di Kandang Menjangan, Kartasura. Menariknya, di tempat yang sama itulah dia pernah menjadi komandan dari Serda Ucok Tigor Simbolon.

Sepanjang kariernya, Wahyu sudah mencicipi banyak jabatan strategis. Dia pernah menjadi Ketua Tim Pelatih Sekolah Raider, lalu pada 2017 ditugaskan sebagai Ketua Tim Gumil/Tih di Pusdiklatpassus Kopassus. Perjalanan itu berlanjut hingga dia dipercaya memimpin Grup 2 Kopassus, sebelum akhirnya dipilih menjadi ajudan pribadi Presiden.

Pengalaman lapangannya juga cukup banyak. Dia pernah ditugaskan di daerah operasi seperti Aceh, lalu juga di Papua. Dari sana terlihat, Wahyu bukan cuma perwira yang piawai merancang strategi di belakang meja. Di medan yang sesungguhnya, dia juga dikenal punya ketangguhan dan taktik tempur yang cukup efektif.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar