Kelompok Houthi di Yaman baru-baru ini menyatakan kesiapan mereka untuk bertindak. Ini sebagai bentuk solidaritas dengan Iran. Pernyataan itu muncul setelah Teheran diduga memberikan instruksi khusus kepada mereka.
Menurut laporan Arab News yang terbit Senin lalu, seorang sumber pemerintah Yaman mengungkapkan hal tersebut. Iran dikabarkan memerintahkan kelompok pemberontak itu untuk melancarkan serangan militer di sekitar Bab Al-Mandab dan Laut Merah. Instruksi itu disampaikan menyusul serangan AS dan Israel yang terjadi sejak akhir pekan.
Perintah dari Teheran, begitu sumber itu menyebut, dibawa langsung oleh utusan Iran untuk Houthi, Mohammad Ramazani.
Di sisi lain, konfirmasi terbuka justru datang dari pimpinan Houthi sendiri.
Abdulmalik Al-Houthi, dalam pidatonya pada Sabtu, menegaskan bahwa kelompoknya siap sepenuhnya. Mereka akan bergerak atas dasar solidaritas dengan Iran.
“Solidaritas dengan Republik Islam Iran dan rakyat Iran yang terkasih adalah kewajiban Islam dan moral bagi semua Muslim,” tegas Al-Houthi.
Dia menambahkan, langkah ini demi kepentingan dunia Islam, mengingat Iran sedang berperang melawan apa yang disebutnya “tirani Israel-Amerika yang biadab”.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyerukan unjuk rasa massal di seluruh Yaman. Seruannya punya nada yang kuat: ini adalah bagian dari perjuangan melawan “tirani Amerika, Israel, dan Zionis”, sekaligus wujud dari solidaritas Islam, moral, dan etika. Suasana di wilayah itu kini makin tegang, menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Cadangan Beras Nasional Tembus 5,2 Juta Ton, DPD Apresiasi Kebijakan Pangan Pemerintah
Kuwait Buka Kembali Ruang Udara Setelah Ditutup Akibat Konflik Iran-AS
Peneliti: Ketegasan Peradilan Militer Bukan Soal Kekerasan, Melainkan Disiplin dan Kesiapan Tempur
Polisi Bekuk Dua Pemuda Pengedar 1.128 Butir Obat Keras di Tangerang