"Perbukitan Patiayam di Jawa Tengah telah lama menghadapi tantangan lingkungan akibat lahan kering dan terbatasnya vegetasi. Upaya reboisasi di wilayah ini sangat penting untuk memulihkan keseimbangan ekologi, meningkatkan kualitas tanah dan udara, serta membawa harapan baru bagi masyarakat setempat untuk hidup selaras dengan alam,"
Di sisi lain, performa tim di lapangan hijau juga cukup menggembirakan. Di bawah kepemilikan Grup Djarum, Como 1907 saat ini bertengger di posisi kedelapan klasemen sementara Liga Italia. Hasil yang cukup melegakan bagi sebuah klub yang baru bernapas lagi di kasta tertinggi.
Inisiatif ini jelas menunjukkan sesuatu yang lebih dalam. Sebuah komitmen bahwa sepak bola modern bisa dan harus memberi dampak positif yang nyata, tak hanya lewat gol-gol indah, tapi juga untuk kelestarian bumi. Sebuah langkah kecil dari Italia yang dampaknya mudah-mudahan akan terasa hingga ke pelosok Jawa.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Tumbang di Semifinal Malaysia Open, Kunlavut Vitidsarn Lolos ke Final
Thom Haye Sambut Duel Panas Persib Lawan Persija: Taruhannya Trofi Juara Paruh Musim
Nico Kembali ke Solo, Bawa Misi Selamatkan Laskar Sambernyawa dari Degradasi
Duel Puncak Klasemen: Persib vs Persija Perebutkan Gelar Juara Paruh Musim