SOLO Bagi Alfriyanto Nico, ini lebih dari sekadar kepulangan. Ini tentang memenuhi janji. Pemain berusia 22 tahun itu resmi mengenakan lagi jersey Persis Solo, dengan satu tugas berat: menyelamatkan klub masa kecilnya dari jurang degradasi Liga 1 2025/2026.
Lewat skema pinjaman dari Persija Jakarta hingga akhir musim, Nico akhirnya kembali ke rumah. Persis Solo sendiri baru saja memperkenalkannya sebagai rekrutan anyar di jendela transfer paruh musim ini. Sebuah kepulangan yang sarat beban, tapi juga haru.
Ya, ada ikatan emosional yang kuat di sini. Nico bukan pemain baru yang asing. Dulu, tepatnya di musim 2017/2018, dia pernah membela tim muda Laskar Sambernyawa. Kini, dia datang bukan sebagai anak muda berbakat, melainkan sebagai seorang penyelamat yang dinanti.
Baginya, momen ini spesial. Sebuah mimpi lama yang akhirnya kesampaian, meski dalam situasi yang genting.
“Alhamdulillah saya senang dan bangga bisa membela klub tanah kelahiran. Ini adalah salah satu mimpi saya dari kecil dan Alhamdulillah terwujud di musim ini,”
Ucap Nico, seperti dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (10/1/2026). Suaranya penuh keyakinan.
Namun begitu, realitas yang dia hadapi sungguh tidak mudah. Persis Solo saat ini terpuruk di dasar klasemen. Posisi juru kunci dengan hanya tujuh poin dari 16 laga adalah gambaran betapa sulitnya jalan yang mesti ditempuh. Jarak dengan zona aman, yang ditempati PSBS Biak dengan 13 poin, masih terasa jauh.
Nico menyadari betul kondisi ini. Tapi dia tak gentar. Tekadnya sudah bulat.
“Saya siap untuk memberikan kontribusi bagi Persis Solo agar bisa lolos dari degradasi dan tetap di Liga 1,”
tegasnya tanpa keraguan.
Menurutnya, kunci kebangkitan ada pada kerja keras dan mentalitas. Semua harus dimulai dari pola pikir positif, mengingat perjalanan kompetisi masih panjang.
“Kita harus tetap kerja keras dan berpikir positif. Karena Liga ini masih panjang dan semoga ke depan kita bisa lebih baik dari putaran pertama,”
sambung Nico.
Ujian pertama akan segera datang. Minggu (11/1/2026) besok, Persis dijadwalkan berjumpa dengan Semen Padang. Tiga poin adalah harga mati. Meski pun, seandainya menang sekalipun, itu belum otomatis mengangkat mereka dari zona merah. Tapi setidaknya, itu bisa menjadi awal dari sebuah momentum. Dan Nico, dengan segala mimpinya, berharap bisa menjadi penggerak utamanya.
Artikel Terkait
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia U-19 vs Australia pada 11 Juni di Deli Serdang
Veda Ega Pratama Pulang ke Indonesia, Rindu Masakan Kampung Halaman Usai Balap di Hungaria
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 dalam Laga FIFA Matchday di SUGBK
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK, Gol Tunggal Ole Romeny