Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian

- Minggu, 12 April 2026 | 14:15 WIB
Wamenkominfo: AI Kunci Genjot Produktivitas dan Keberlanjutan Pertanian

Jakarta – Sektor pertanian kita butuh angin segar. Nah, menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, salah satu angin segar itu datang dari teknologi kecerdasan artifisial atau AI. Ia meyakini, adopsi teknologi ini bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis untuk menggenjot produktivitas dan menjamin keberlanjutan pertanian nasional ke depannya.

“Adopsi teknologi terbaru, dalam hal ini artificial intelligence, sangat kritikal dan strategis untuk menopang pertumbuhan pertanian di Indonesia serta menjaga keberlanjutannya,” ujar Nezar dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Minggu (12/4/2026).

Manfaatnya bagi petani bisa langsung terasa. Dengan AI, deteksi hama dan penyakit tanaman bisa dilakukan lebih cepat, jauh sebelum serangan meluas. Hasil produksi lahan juga bisa dioptimalkan. Bahkan, proses perawatan tanaman lambat laun bisa berjalan otomatis. Cukup menjanjikan, bukan?

Di sisi lain, pemerintah juga bisa memetik manfaat besar. Teknologi ini dinilai mampu memetakan jalur distribusi pangan dengan lebih efisien. Tak cuma itu, analisis prediktif untuk memperkirakan ketersediaan pangan di masa depan pun menjadi lebih mungkin.

Namun begitu, Nezar mengingatkan satu hal penting. Implementasi AI yang mulus sangat bergantung pada infrastruktur telekomunikasi yang kuat. Jangan sampai, kata dia, teknologi canggih ini mentok karena jaringan internet yang payah.

“AI ini bekerja dengan data. Dan data ditransfer melalui jaringan telekomunikasi. Karena itu infrastruktur telekomunikasi menjadi prasyarat di tingkat elementer, di tingkat fundamental,” tegasnya.

Itulah mengapa pemerintah kini terus mendorong pembangunan dan pemerataan infrastruktur telekomunikasi, termasuk sampai ke daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Harapannya jelas: konektivitas yang merata.

Dengan koneksi internet yang stabil, adopsi AI di sektor pertanian bisa berjalan lebih cepat. Bonusnya, peluang untuk mengembangkan ekonomi digital di daerah pun terbuka lebar. UMKM bisa tumbuh, pertukaran informasi dan keterampilan masyarakat juga bakal lebih hidup.

Ke depan, pemerintah berencana menggandeng lebih banyak perguruan tinggi. Tujuannya untuk memperkuat riset dan pengembangan teknologi AI, agar inovasi yang lahir benar-benar karya anak bangsa dan mampu bersaing di kancah global. Sebuah langkah yang patut kita tunggu realisasinya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar