Nico menyadari betul kondisi ini. Tapi dia tak gentar. Tekadnya sudah bulat.
“Saya siap untuk memberikan kontribusi bagi Persis Solo agar bisa lolos dari degradasi dan tetap di Liga 1,”
tegasnya tanpa keraguan.
Menurutnya, kunci kebangkitan ada pada kerja keras dan mentalitas. Semua harus dimulai dari pola pikir positif, mengingat perjalanan kompetisi masih panjang.
“Kita harus tetap kerja keras dan berpikir positif. Karena Liga ini masih panjang dan semoga ke depan kita bisa lebih baik dari putaran pertama,”
sambung Nico.
Ujian pertama akan segera datang. Minggu (11/1/2026) besok, Persis dijadwalkan berjumpa dengan Semen Padang. Tiga poin adalah harga mati. Meski pun, seandainya menang sekalipun, itu belum otomatis mengangkat mereka dari zona merah. Tapi setidaknya, itu bisa menjadi awal dari sebuah momentum. Dan Nico, dengan segala mimpinya, berharap bisa menjadi penggerak utamanya.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand di Final ASEAN Futsal Championship 2026
Tim Tenis Putri Indonesia Lolos ke Playoff Billie Jean King Cup Setelah 20 Tahun