Minggu (28/12/2025) yang cerah itu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) benar-benar hidup. Suasana pekan terakhir tahun 2025 ditutup dengan riuh rendah oleh sekitar 15.000 pengunjung yang memadati setiap sudut taman.
Keramaian sudah terasa sejak sebelum tengah hari. Sekitar pukul 11.00 WIB, arus orang mulai mengalir deras. Mereka tampak asyik mengeksplorasi berbagai wahana, dari ujung satu ke ujung lainnya. Tak cuma itu, banyak juga yang sekadar ingin menghabiskan waktu santai di luar rumah.
Dominasi keluarga sangat terlihat. Rombongan dengan anak-anak, membawa tas piknik dan perlengkapan liburan, memenuhi area parkir. Kendaraan pribadi dan bus berjejalan, membawa mereka yang ingin melepas penat sebelum tahun berganti.
Fasilitas andalan TMII pun jadi incaran utama. Antrean terlihat di halte bus elektrik Transjakarta yang melintas di dalam kawasan. Kereta gondola dan sepeda listrik juga tak ketinggalan diserbu. Bahkan, miniatur rumah adat dari berbagai daerah ramai dikunjungi, menjadi latar foto yang sempurna.
Di sisi lain, tak semua pengunjung tertarik pada wahana. Banyak yang memilih cara lebih santai: menggelar tikar di rerumputan hijau. Mereka berpiknik, menikmati bekal makanan sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Suasana seperti inilah yang membuat TMII selalu istimewa.
Pihak pengelola pun mengkonfirmasi tingginya angka kunjungan.
"Per jam 1 udah 15.200-an pengunjung," ujar Corporate Secretary TMII, Agdya Yogandari, Minggu siang itu.
Menurutnya, lonjakan ini signifikan dibanding hari sebelumnya. "Iya mas meningkat. Kemarin di jam yang sama juga belum menyentuh angka itu," tambah Agdya. Prediksinya, jumlah itu masih akan terus bertambah hingga matahari terbenam.
Jadi, bisa dibilang TMII menjadi salah satu magnet liburan warga ibu kota di akhir pekan sekaligus akhir tahun. Suasana riang dan penuh tawa itu seolah menjadi persiapan menyambut lembaran baru.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Pantau Pemulihan Pascabencana Sumatra, 5.500 Rumah Selesai Dibangun
Heineken PHK 6.000 Karyawan, Saham Justru Naik 3%
Davide Nicola Soroti Masalah Mentalitas Usai Cremonese Lanjutkan Tren Negatif
IISIA Serukan Penguatan Kedaulatan Baja Nasional di Tengah Gempuran Impor