Pelatih Persib Bandung: Perjalanan Tandang di Indonesia Setara Portugal ke Kazakhstan

- Minggu, 11 Januari 2026 | 09:42 WIB
Pelatih Persib Bandung: Perjalanan Tandang di Indonesia Setara Portugal ke Kazakhstan

Bojan Hodak, pelatih Persib Bandung, punya keluhan serius tentang beratnya berlaga di Indonesia. Bukan cuma soal kualitas lawan, tapi soal perjalanan yang melelahkan. Jarak tempuh tandang di sini, menurutnya, jauh lebih ekstrem dibanding di Eropa.

“Liga Indonesia itu cukup sulit, terutama karena perjalanan yang harus ditempuh,” ujar Hodak dalam konferensi pers Sabtu (10/1) lalu. Dia membandingkan dengan pengalamannya di Eropa, di mana perjalanan antar klub biasanya cuma satu atau dua jam.

“Di sini, ke Papua butuh lima setengah jam. Kalau diibaratkan di Eropa, itu seperti terbang dari Portugal ke Kazakhstan,” katanya lagi.

Menurut sejumlah saksi yang hadir, pria asal Kroasia itu terlihat cukup getir membahas hal ini. Dia menambahkan, perbedaan fasilitas juga sangat mencolok. Klub-klub top Eropa punya jet pribadi, sementara di sini? Perjalanan panjang seringkali hanya diisi dengan makan mie instan. “Jelas ini berbeda,” tandasnya tanpa basa-basi.

Namun begitu, tantangan fisik itu bukan cuma omong kosong. “Anda jelas tidak akan menemukan banyak penerbangan seperti itu di Eropa,” lanjut Hodak. Ditambah kondisi jalan raya yang tidak selalu mulus seperti di sana, semua faktor ini membuat liga lokal sangat menguras tenaga. Apalagi kalau jadwal pertandingan berjejal dalam waktu singkat semua pemain pasti akan merasakan dampaknya.

Di sisi lain, tantangan itu harus dihadapi sekarang juga. Persib akan menjamu Persija di Stadion GBLA, Minggu (11/1) pukul 15:30 WIB. Laga ini penting banget. Saat ini, Persija nangkring di posisi kedua, sementara Persib di ketiga. Keduanya sama-sama mengumpulkan 35 poin.

Pemenang pertandingan besok berpeluang menyalip Borneo FC yang memimpin klasemen dengan 37 poin. Jadi, meski lelah karena perjalanan, tiga poin di laga big match ini terlalu berharga untuk dilewatkan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar