Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba

- Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00 WIB
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba

Dusun Kirasa, Bulukumba, diguncang sebuah peristiwa yang sulit dipercaya. Seorang ayah tewas di tangan anak kandungnya sendiri. Peristiwa naas itu terjadi Sabtu lalu, dan motifnya sungguh membuat hati miris: sebuah permintaan yang tak kunjung dipenuhi.

Korban, Abdullah (44), sedang sibuk memperbaiki instalasi listrik di dapur rumahnya. Ia sama sekali tak menduga apa yang akan terjadi. Di luar, anaknya, AW (20), baru saja menghabiskan sebotol minuman keras. Mabuk dan emosi, ia masuk ke dalam.

Tanpa basa-basi, tanpa peringatan. AW langsung menghampiri ayahnya dari belakang. Lalu, dengan sebilah badik yang dibawanya, ia menghujamkan senjata itu ke punggung kiri Abdullah.

Menurut keterangan kepolisian, sebenarnya ada cekcok mulut singkat sebelum penikaman.

"Sebelum kejadian, pelaku dan korban sempat cekcok mulut. Pelaku menagih janji ayahnya untuk dibelikan motor, namun sang ayah meminta pelaku bersabar. Merasa hanya diberi janji palsu, pelaku yang sudah dipengaruhi alkohol gelap mata,"

Abdullah yang ambruk bersimbah darah segera dilarikan keluarga ke RSUD Sultan Daeng Radja. Sayangnya, upaya itu sia-sia. Luka tusuk yang dalam telah menyebabkan pendarahan hebat dan merenggut nyawanya.

Polisi tak butuh waktu lama. Hanya dalam hitungan jam, AW berhasil diamankan di sekitar lokasi kejadian. Ia tidak melawan.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, menegaskan bahwa kemarahan dan pengaruh alkohol adalah pemicu utamanya.

"Pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku sangat kesal karena janji sang bapak untuk membelikan motor terus ditunda-tunda,"

AW kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia mendekam di sel Mapolres Bulukumba, menunggu proses hukum yang panjang. Pasal yang menjeratnya berat: Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

Di sisi lain, tragedi di Dusun Kirasa ini meninggalkan duka yang dalam. Lebih dari sekadar berita kriminal, ini adalah cerita pilu tentang bagaimana emosi yang meledak, ditambah pengaruh minuman keras, bisa menghancurkan sebuah keluarga dalam sekejap.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar