Di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Selasa lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal kuat tentang siapa yang akan mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Nama Juda Agung, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, disebut-sebut sebagai calon yang paling berpeluang.
"Saya sudah ketemu dengan beliau dan kelihatannya (Juda Agung) salah satu calon yang kuat ya," kata Purbaya.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri sebuah acara. Menurutnya, pelantikan untuk posisi yang ditinggalkan Thomas Djiwandono itu bakal digelar tak lama lagi. "Pelantikan saya dengar Februari. Berarti minggu depan mungkin," tambahnya dengan nada yakin.
Memang, tugas yang menanti sang wamenkeu baru nanti tidaklah ringan. Purbaya sendiri mengakui ada pekerjaan rumah yang berat di Kementerian Keuangan. Dia bahkan menyebut akan turun tangan langsung menangani sektor penerimaan negara yang dianggap krusial.
"Yang macet-macet saya beresin. Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita," tegas Purbaya.
Upaya percepatan dalam memenuhi target fiskal, terutama dari sisi pajak, akan terus dipacu. Itulah salah satu agenda utama yang harus diemban oleh wamenkeu terpilih nantinya.
Di sisi lain, posisi yang ditinggalkan Thomas Djiwandono sendiri telah diisi. Komisi XI DPR baru saja menetapkan mantan wamenkeu itu sebagai Deputi Gubernur BI terbaru. Keputusan diambil lewat musyawarah mufakat setelah semua calon menjalani uji kelayakan.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan prosesnya berjalan lancar.
"Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik. Dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Sehingga memberikan penguatan terhadap pertumbuhan ekonomi itu seperti apa," papar Misbakhun.
Rapat internal itu, kata dia, berlangsung relatif singkat. Hanya sekitar setengah jam. Keputusan finalnya pun telah mendapat persetujuan dari seluruh pimpinan dan delapan kelompok fraksi yang hadir.
Jadi, dalam waktu dekat, dua posisi strategis di bidang ekonomi dan keuangan negara ini akan memiliki wajah baru. Transisi kekuatan tengah berlangsung.
Artikel Terkait
Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur: 15 Tewas, 91 Luka-luka
Jalur Kereta di Stasiun Bekasi Timur Kembali Beroperasi Usai Kecelakaan, Kecepatan Dibatasi
Guru Ngaji di Tangerang Diciduk Polisi, Cabuli Empat Murid dengan Modus Pengusiran Jin
Bupati Lampung Tengah Nonaktif Ardito Wijaya Dipindahkan ke Lapas Lampung Jelang Sidang Perdana