Dua Tetangga di Bogor Aniaya Pria Hingga Luka-luka gegara Perkataan yang Dianggap Menyinggung

- Rabu, 17 Juni 2026 | 19:05 WIB
Dua Tetangga di Bogor Aniaya Pria Hingga Luka-luka gegara Perkataan yang Dianggap Menyinggung

Seorang pria menjadi korban penganiayaan oleh dua orang tetangganya sendiri di kawasan Haurjaya, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Peristiwa yang dipicu oleh perkataan yang dianggap menyinggung perasaan ini terjadi pada Selasa malam, 16 Juni 2026.

Kapolsek Tanah Sareal Kompol Sonson Sudarsono menjelaskan bahwa penganiayaan berawal dari percakapan yang tidak mengenakkan antara korban dan pelaku. Akibatnya, pelaku yang merasa tersinggung langsung memukul korban bersama seorang rekannya.

“Jadi, kejadiannya karena ada perkataan yang kurang mengenakan sehingga tersinggung, lalu memukul saudaranya itu berdua,” ujar Sonson kepada wartawan pada Rabu, 17 Juni.

Sebelum aksi fisik terjadi, sempat terlibat adu mulut antara kedua belah pihak. Menurut Sonson, setelah pertengkaran verbal itu mereda, pelaku justru melancarkan serangan kepada korban. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya membuat laporan resmi ke polisi.

“Kemudian, ditangani sama kita, dibawa ke rumah sakit, baru membuat laporan. Jadi ada perkataan ‘oh, kamu matanya nggak lihat loh’,” ungkapnya menirukan percakapan yang memicu insiden tersebut.

Akibat penganiayaan dengan tangan kosong itu, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Meskipun demikian, Sonson menegaskan bahwa kondisi korban tidak parah dan masih dalam tahap pemulihan.

Sementara itu, kedua pelaku penganiayaan telah diamankan oleh pihak kepolisian. “Informasinya dua orang yang ditangkap, baru informasi cerita saja dari Reskrim. Cuma tersinggung gitu perkataan sepele, mengakibatkan satu luka-luka tapi nggak parah akibat kena pukulan tangan kosong,” pungkas Sonson.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar