Jakarta – Udara di bandara-bandara Indonesia terasa lebih ramai belakangan ini. PT Angkasa Pura Indonesia, yang kini beroperasi dengan nama InJourney Airports, baru saja merilis data pergerakan penumpang untuk tiga bulan pertama di tahun 2026. Angkanya menunjukkan tren yang positif.
Secara total, ada 38,20 juta orang yang melintas di 37 bandara yang mereka kelola. Jumlah ini naik sekitar 5% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang berada di angka 36,38 juta penumpang.
Mohammad R. Pahlevi, Direktur Utama InJourney Airports, membeberkan rinciannya. Ternyata, rute domestik masih jadi andalan dengan kontribusi besar: 28,38 juta penumpang. Sementara itu, lalu lintas internasional menyumbang 9,82 juta orang.
“Secara umum, bandara-bandara InJourney Airports mampu melayani penumpang dengan lancar selama periode sibuk,” ujar Pahlevi dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, capaian ini tak lepas dari kolaborasi yang solid dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi lonjakan.
Tak cuma penumpang, pergerakan pesawatnya sendiri juga ikut merangkak naik. Pertumbuhannya bahkan lebih tinggi, yaitu 8,7 persen. Dari yang awalnya 275.782 penerbangan, naik menjadi 299.759 penerbangan di kuartal I-2026.
Lalu, apa penyebabnya? Pahlevi menunjuk pada momen-momen liburan besar. Libur Natal dan Tahun Baru di Januari lalu memberikan dorongan awal. Kemudian, momentum Lebaran 1447 Hijriah yang jatuh pada Maret 2026 juga menyumbang gelombang penumpang yang signifikan.
Untuk menghadapi semua itu, operasional bandara disiagakan penuh 24 jam. Langkah ini disesuaikan dengan kebutuhan riil maskapai, tujuannya jelas: memastikan ketersediaan jadwal dan mengoptimalkan setiap slot waktu yang ada.
Di sisi lain, pembukaan rute-rute baru di berbagai bandara turut memberi angin segar. Ini adalah hasil kolaborasi dengan maskapai untuk memperkuat jaringan, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Pahlevi menegaskan, semua upaya ini adalah bagian dari peran perusahaan dalam mendukung roda perekonomian nasional.
Nah, kalau ditanya bandara mana yang paling sibuk? Lima besar ini jawabannya. Puncaknya tentu Bandara Soekarno-Hatta dengan 13,48 juta penumpang. Disusul oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai (5,34 juta), Juanda (3,21 juta), Sultan Hasanuddin (2,34 juta), dan Kualanamu (1,80 juta).
Memasuki kuartal kedua, fokusnya akan bergeser. InJourney Airports sudah menyiapkan diri untuk menyambut angkutan haji dan juga periode libur sekolah. Komitmen untuk transformasi layanan terus dijalankan, lewat pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, dan tentu saja, pemanfaatan teknologi dalam operasional sehari-hari.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis
Fadli Zon: Iduladha Momen Perkuat Solidaritas Sosial dan Kepedulian Sesama
Pengamat: Pemadaman Listrik Sumatra Bukan Hanya Terjadi di Indonesia, Perlu Penguatan Sistem