Akar masalahnya sebenarnya sudah lama: ketergantungan impor yang terlalu tinggi. Fajar Budiono dari Inaplas bilang, sekitar 70% bahan baku plastik kita masih diimpor, terutama dari Timur Tengah. Jadi, ya wajar saja kalau gejolak di sana langsung bikin kita kelabakan.
Kondisi ini membuat harga domestik sangat rentan. Fluktuasi global sedikit saja, industri dalam negeri langsung goyah.
Pemerintah Cari Jalan Keluar
Merespons keluhan yang berdatangan, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengaku sudah menerima banyak laporan. Pemerintah, lewat para pejabat eselon, kini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk cari solusi.
Tapi jangan berharap cepat. Maman menyebut pembahasan kebijakan masih berlangsung.
"Langkah konkretnya seperti apa, saya rasa masih terlalu dini untuk diumumkan," jelasnya. "Biarkan ini dibahas dulu secara mendalam di tingkat eselon 1 dan 2."
Untuk jangka pendek, ada upaya pengalihan pasokan ke negara yang dianggap lebih stabil, seperti Afrika, India, atau AS. Sayangnya, prosesnya masih berkutat di tahap administrasi.
Mereka berharap, harga bisa stabil kembali kalau rantai pasok dari pasar alternatif ini sudah lancar. Koordinasi dengan Kementerian Perdagangan juga digenjot, salah satunya untuk menyiapkan skenario operasi pasar jika diperlukan.
Namun begitu, bagi pedagang bakso atau penjual jus yang harus beli plastik hari ini, semua rencana itu masih terasa jauh. Mereka butuh solusi yang cepat, sebelum margin tipis yang tersisa benar-benar habis.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes untuk Oman dan Yaman