Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.050 Triliun, Tumbuh 11,3%
Industri keuangan syariah Indonesia menunjukkan kinerja positif dengan total aset mencapai Rp3.050 triliun hingga saat ini, mengalami pertumbuhan sebesar 11,3 persen (year-on-year).
Komposisi Aset Keuangan Syariah Indonesia
Angka tersebut terdiri atas tiga komponen utama:
- Aset perbankan syariah: Rp975,9 triliun
- Pasar modal syariah: Rp1.896,2 triliun
- Industri keuangan nonbank syariah: Rp178,7 triliun
Peran Strategis Keuangan Syariah dalam Pemerataan Ekonomi
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa keuangan syariah memiliki peran penting dalam mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.
"Keuangan syariah memberikan banyak manfaat. Pertama tentu pemerataan ekonomi. Ini sesuai pesan atau dari visi-misi dari Presiden kita bagaimana pemerataan ekonomi ini menyejahterakan masyarakat kita," tutur Friderica dalam Pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2025.
Menurutnya, instrumen keuangan syariah seperti zakat, infak, dan sedekah dapat mendistribusikan kekayaan lebih adil dan memperkecil kesenjangan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan inklusivitas keuangan.
Tantangan Pengembangan Keuangan Syariah: 4P
Friderica menyoroti empat tantangan utama pengembangan keuangan syariah yang disebut sebagai 4P:
Artikel Terkait
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China