Suasana di Sumalata, Gorontalo Utara, Kamis siang itu terasa hangat dan sederhana. Begitulah kira-kira gambaran kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi. Matahari memang terik, tapi sama sekali tak menyurutkan antusiasme warga dan para siswa yang sudah menunggu.
Mereka menyambut sang wakil menteri dengan tarian Mopotilolo. Tarian adat khas Gorontalo ini memang kerap dipersembahkan untuk tamu kehormatan. Sebuah penghormatan yang begitu bermakna bagi siapa pun yang baru menginjakkan kaki di daerah itu.
Tiba di gerbang SDN 14 Sumalata, Viva Yoga langsung dipakaikan kain selamat datang. Dia tak lama berdiri di situ. Langkahnya segera menuju para siswa, menyapa, dan membagikan buku tulis. Obrolan ringan pun terjadi.
"Apa cita-citamu?" tanya Viva Yoga pada seorang murid.
"Polwan," jawabnya singkat.
Setelah meninjau beberapa ruang kelas, dia lalu bergabung dengan kerumunan warga yang sudah menanti. Sambutan mereka riuh begitu Viva Yoga mulai memberikan sambutan. Kunjungannya ini bukan sekadar seremonial belaka.
Ada agenda penting: meresmikan pembangunan tanggul sungai dan rehabilitasi beberapa sekolah, termasuk SDN 14 Sumalata tempat dia berdiri.
Artikel Terkait
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi
Komnas HAM Masih Tunggu Konfirmasi Kehadiran Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman KontraS
Gubernur DKI Peringatkan Keras PPSU di Town Hall Usai Kasus Manipulasi Aduan JAKI