Suasana di Sumalata, Gorontalo Utara, Kamis siang itu terasa hangat dan sederhana. Begitulah kira-kira gambaran kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi. Matahari memang terik, tapi sama sekali tak menyurutkan antusiasme warga dan para siswa yang sudah menunggu.
Mereka menyambut sang wakil menteri dengan tarian Mopotilolo. Tarian adat khas Gorontalo ini memang kerap dipersembahkan untuk tamu kehormatan. Sebuah penghormatan yang begitu bermakna bagi siapa pun yang baru menginjakkan kaki di daerah itu.
Tiba di gerbang SDN 14 Sumalata, Viva Yoga langsung dipakaikan kain selamat datang. Dia tak lama berdiri di situ. Langkahnya segera menuju para siswa, menyapa, dan membagikan buku tulis. Obrolan ringan pun terjadi.
"Apa cita-citamu?" tanya Viva Yoga pada seorang murid.
"Polwan," jawabnya singkat.
Setelah meninjau beberapa ruang kelas, dia lalu bergabung dengan kerumunan warga yang sudah menanti. Sambutan mereka riuh begitu Viva Yoga mulai memberikan sambutan. Kunjungannya ini bukan sekadar seremonial belaka.
Ada agenda penting: meresmikan pembangunan tanggul sungai dan rehabilitasi beberapa sekolah, termasuk SDN 14 Sumalata tempat dia berdiri.
"Alhamdulillah kita bisa hadir di sini untuk menyaksikan perubahan," ujar Viva Yoga dalam sambutannya. Dia menekankan, program dari Kementerian Transmigrasi ini bagian dari upaya besar untuk dampak nyata. Mulai dari pembangunan nasional, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kesehatan dan pendidikan.
Rinciannya, di Gorontalo Utara ada tiga sekolah yang direhabilitasi. Ditambah lagi pembangunan unit air bersih dan toilet di tiga titik. Itu belum semuanya. Pemerintah juga membangun jalan rabat sepanjang dua kilometer, meningkatkan jalan non-status, plus tentu saja, membangun tanggul sungai yang jadi salah satu fokus utama.
Namun begitu, Viva Yoga menegaskan bahwa pekerjaan ini tidak boleh berhenti. "Harus berlanjut untuk seterusnya," tegasnya. Pernyataan itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan warga.
Dia bahkan menyebut permintaan dari Bupati setempat. "Pak Bupati bilang ini sudah bagus, tapi masih kurang. Kayaknya untuk tahun ini dan tahun depan perlu ditambah lagi," ungkapnya.
Pada intinya, Viva Yoga kembali menggarisbawahi esensi program transmigrasi. Ini adalah strategi membangun dan menyebarkan pusat ekonomi ke seluruh penjuru negeri. Bukan sekadar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain.
Gorontalo Utara sendiri termasuk dalam 154 kawasan prioritas nasional untuk pengembangan ekonomi baru. Ke depan, Kementerian Transmigrasi berjanji akan terus bersinergi dengan pemda. Tujuannya jelas: menghadirkan lebih banyak program pembangunan, khususnya di daerah-daerah transmigrasi seperti Sumalata ini.
Artikel Terkait
Prabowo dan Macron Sepakati Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Energi Bersih di Paris
INDODAX Salurkan 15 Hewan Kurban untuk 584 Keluarga Terdampak Bencana di Aceh
Presiden Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan di Les Invalides, Lanjutkan Pertemuan Bilateral dengan Macron di Istana Elysee
Esensi Ibadah Kurban: Dari Ujian Keikhlasan Habil dan Qabil hingga Perintah Syariat bagi yang Mampu