Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, benar-benar serius menangani proyek revitalisasi Kota Tua. Dia bahkan punya rencana yang cukup personal: ingin pindah kantor ke sana. Tujuannya jelas, agar bisa mengawasi setiap perkembangan pembangunan dari dekat, tanpa ada yang terlewat.
"Insyaallah di saat waktunya tepat, saya sendiri sebagai penanggung jawab akan berkantor di Kota Tua,"
ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Kamin (9/4/2026).
Rencana itu akan berjalan sambil menunggu pembentukan Badan Pengelola khusus, mirip dengan yang sukses di Kota Lama Semarang. Sementara badan itu belum ada, tim revitalisasi yang sudah dibentuk akan lebih dulu menempati lokasi. Dengan begitu, mereka bisa merasakan langsung apa yang dibutuhkan dan memantau kemajuan pekerjaan setiap hari.
Lalu, bagaimana bentuk penataan kawasan bersejarah ini? Rano membeberkan, Kota Tua nantinya akan dibagi jadi tiga zona. Ada zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang. Fokus awal akan tertuju pada zona inti yang luasnya sekitar 80 hektare.
"Zona inti ini termasuk Museum Bahari dan kawasan Alun-alun Fatahillah. Yang pertama kita bangun adalah area parkir dan fasilitas PKL agar tertata, tapi tetap mendukung kehidupan masyarakat,"
jelasnya.
Artikel Terkait
Bayi Hampir Dibawa Orang Lain, RSHS Bandung Minta Maaf
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan Hadapi El Nino
Rusia Desak Serangan Israel ke Lebanon Masuk Cakupan Gencatan Senjata AS-Iran
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Rumah Kosong yang Rugikan Korban Rp 100 Juta