“Kami ingin pastikan siswa aman. Pengawasan harus komprehensif, dari sekolah sampai dukungan orang tua di rumah,” ucapnya.
Lalu, solusinya apa? Febrina mendorong para pelajar untuk beralih ke angkutan umum atau naik bus sekolah yang sudah disediakan Pemkot. Opsi ini disebut lebih aman dan murah, apalagi jika rute perjalanannya mendukung.
“Kami mendorong pakai transportasi umum atau bus sekolah. Kalau rutenya ada dan memungkinkan, ini alternatif yang jauh lebih baik,” katanya.
Ke depan, koordinasi dengan Dinas Perhubungan akan diintensifkan. Tujuannya, agar akses transportasi untuk pelajar benar-benar optimal, baik dari segi waktu maupun jangkauan rutenya.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dishub. Akses ke sekolah harus lancar dan tepat waktu,” pungkas Febrina menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon