Sebuah pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh di wilayah Iran. Insiden ini langsung menyita perhatian global. Bukan tanpa alasan, ini disebut-sebut sebagai pertama kalinya dalam lebih dari dua puluh tahun sebuah jet tempur AS berhasil ditembak jatuh oleh pasukan musuh dalam sebuah operasi militer.
Operasi penyelamatan untuk mencari awak pesawat pun segera diluncurkan. Menurut laporan BBC yang beredar Senin (6/4/2026), upaya itu melibatkan puluhan jet tempur lainnya, ditambah dukungan penuh dari badan intelijen. Situasinya jelas sangat rumit.
F-15E Strike Eagle sendiri bukan pesawat sembarangan. Ia adalah salah satu andalan utama Angkatan Udara AS untuk misi serangan strategis. Lalu, seperti apa sebenarnya spesifikasi jet tempur yang dikabarkan jatuh ini?
Jet F-15E Strike Eagle dan Perannya
Pada dasarnya, F-15E adalah pesawat tempur serang jarak jauh. Ia dirancang untuk menjalankan dua peran sekaligus: bertarung di udara dan menghantam target di darat, dalam segala macam cuaca, siang ataupun malam. Data dari US Air Force menyebutkan hal itu.
Aslinya, F-15 Eagle adalah pesawat superioritas udara murni. Namun, kemudian dikembangkan menjadi varian "multirole" yang lebih ganas. F-15E Strike Eagle lah hasilnya. Tugasnya jelas: menerobos pertahanan musuh, menghancurkan titik-titik vital, lalu pulang dengan selamat.
Nah, dalam konteks terbaru ini, misi itulah yang tampaknya sedang dijalankan di wilayah Iran. Sayangnya, operasi tersebut berakhir dengan pesawat ditembak jatuh dan memicu misi penyelamatan darurat untuk awaknya.
Artikel Terkait
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024
Komisi Yudisial Dorong Sanksi terhadap Hakim Bersifat Final dan Mengikat
Gubernur Kalsel Tegaskan Tidak Ada WFH bagi Aparatur