Jet ini punya ukuran yang mengesankan. Panjangnya nyaris 19,5 meter dengan rentang sayap 13 meter. Tingginya sendiri mencapai 5,6 meter. Tapi yang lebih penting adalah kemampuannya.
Dengan dua mesin Pratt & Whitney F100 yang bertenaga, F-15E bisa melesat hingga Mach 2,5. Ia bisa terbang sangat tinggi, mencapai 60.000 kaki, dan memiliki jarak jelajah operasional sekitar 3.840 kilometer. Semua ini didukung oleh dua awak: seorang pilot dan seorang weapon systems officer yang duduk di kursi belakang.
Konfigurasi seperti inilah yang membuatnya mampu mengangkut beban persenjataan dan bahan bakar besar-besaran untuk serangan jarak jauh.
Teknologi dan Kemampuan Serangan
Untuk menjalankan misi berisiko tinggi, F-15E dipersenjatai dengan teknologi mutakhir. Ada radar APG-70, sistem navigasi GPS, dan pod LANTIRN yang memungkinkannya terbang rendah di malam hari dan menyerang target dengan presisi mematikan.
Soal senjata, pilihannya sangat lengkap. Dari rudal udara ke udara seperti AIM-9 Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM, hingga berbagai bom pintar untuk menghancurkan target darat. Tak lupa, sebuah meriam internal kaliber 20 mm siap digunakan untuk pertempuran jarak dekat.
Kombinasi daya angkut besar, jarak tempuh yang jauh, dan persenjataan canggih inilah yang menjadikan Strike Eagle pilihan utama untuk misi "deep strike". Misi menerobos jauh ke jantung wilayah musuh. Sebuah misi yang, berdasarkan laporan, berakhir tragis di langit Iran.
Artikel Terkait
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur
Buronan Bandar Narkoba The Doctor Ditangkap di Penang Setelah Bersembunyi Sejak 2024
Komisi Yudisial Dorong Sanksi terhadap Hakim Bersifat Final dan Mengikat
Gubernur Kalsel Tegaskan Tidak Ada WFH bagi Aparatur