Di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, pertemuan bilateral antara Menlu RI Sugiono dan Menlu Slowakia Juraj Blanar berlangsung Selasa lalu. Obrolan mereka ternyata tak cuma soal hubungan diplomatik biasa. Isu energi nuklir justru mencuat ke permukaan.
Blanar, usai pertemuan tertutup itu, terlihat cukup bersemangat. Dia mengaku pemerintahnya secara langsung menawarkan kerja sama pengembangan energi nuklir untuk Indonesia.
"Kami juga membahas kerja sama energi nuklir," ujar Blanar.
Dia lantas membeberkan alasan di balik tawaran itu. "Slowakia memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian PLTN."
Pengalaman puluhan tahun itulah yang jadi modal utama mereka. Menurut Blanar, Slowakia punya posisi yang kuat untuk mendukung ambisi Indonesia di bidang energi nuklir. Apalagi, dia menangkap sinyal bahwa Indonesia sendiri sudah punya rencana ke arah sana.
Dukungan yang ditawarkan pun cukup konkret, tidak sekadar wacana.
"Kami dapat menawarkan pendidikan dan keahlian, terutama karena Indonesia berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya," tegasnya.
Jadi, tawaran ini mencakup transfer pengetahuan dan pelatihan SDM. Ini hal yang krusial, mengingat membangun PLTN pertama tentu butuh fondasi keahlian yang mumpuni. Pertemuan di Gedung Pancasila itu mungkin saja menjadi pembuka babak baru kerja sama teknis antara kedua negara. Waktulah yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
Kemensos Berhentikan 49 Pendamping PKH Sepanjang 2025 Akibat Langgar Aturan Penyaluran Bansos
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Akan Intervensi Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Senilai Rp27 Miliar
Pendapatan IMAX Turun 6,5 Persen di Kuartal I 2026, Laba Bersih Anjlok 26 Persen
Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Rekomendasi Setebal 3.000 Halaman ke Presiden Prabowo