Mensos Gus Ipul Sebut Amien Rais Tak Bisa Dipercaya, Kaitkan dengan Pengalaman Bersama Gus Dur

- Selasa, 05 Mei 2026 | 18:30 WIB
Mensos Gus Ipul Sebut Amien Rais Tak Bisa Dipercaya, Kaitkan dengan Pengalaman Bersama Gus Dur

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan Amien Rais yang viral di media sosial. Dalam sebuah pernyataan tegas, ia secara langsung mengaitkan sosok Amien Rais dengan pengalaman masa lalunya bersama Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Pernyataan kontroversial itu pertama kali muncul melalui sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadi Amien Rais. Dalam tayangan tersebut, Amien Rais menyinggung soal kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Video itu sempat menyebar luas dan menuai beragam reaksi dari warganet, sebelum akhirnya tidak lagi bisa diakses publik.

Menanggapi hal itu, Gus Ipul memberikan respons singkat namun tajam. Ia mengatakan bahwa dirinya selalu mengingat sosok Gus Dur ketika berbicara tentang Amien Rais.

“Kalau Pak Amien Rais saya selalu ingat Gus Dur. Jadi memang (Amien Rais) enggak bisa dipercaya,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, Gus Ipul menilai bahwa penyampaian pendapat di ruang publik harus dilakukan secara hati-hati, terutama jika menyangkut hal-hal yang bersifat personal. Menurutnya, komunikasi publik seharusnya tetap mengedepankan etika serta didasarkan pada data dan fakta yang jelas.

Sementara itu, isu tersebut juga memicu reaksi dari berbagai kalangan. Sejumlah pihak menilai narasi yang disampaikan Amien Rais berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat karena menyentuh ranah personal yang sensitif.

Di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan pentingnya menjaga kualitas komunikasi di ruang publik agar tidak memperkeruh suasana. Ia mengajak semua pihak untuk tetap fokus pada kerja nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar