Hanukkah Berdarah di Bondi: Trump dan Albanese Kutuk Serangan Teroris Anti-Semit

- Senin, 15 Desember 2025 | 04:20 WIB
Hanukkah Berdarah di Bondi: Trump dan Albanese Kutuk Serangan Teroris Anti-Semit

Suasana perayaan Natal di Gedung Putih tiba-tiba berubah serius. Presiden AS Donald Trump menyampaikan kecamannya atas berita mengerikan dari Sydney. Di Pantai Bondi, sebuah festival Yahudi berubah menjadi mimpi buruk setelah dua pria bersenjata membuka tembakan.

"Itu adalah serangan yang mengerikan," ujar Trump, suaranya tegas. "11 orang tewas, 29 orang terluka parah. Dan itu jelas merupakan serangan anti-Semit."

Ia tak ragu menyebutnya sebagai "serangan anti-Semit murni."

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/12) waktu setempat, di hari pertama perayaan Hanukkah. Menurut polisi, ini adalah aksi teroris yang ditargetkan pada komunitas Yahudi. Mereka bahkan menemukan dugaan perangkat peledak rakitan di sebuah kendaraan dekat lokasi. Dari dua pelaku, satu dilaporkan tewas dan satunya lagi dalam kondisi kritis.

Di sisi lain, respons keras juga datang dari Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Ia menggambarkan serangan ini sebagai tindakan jahat yang menyerang jantung bangsa.

"Ini adalah serangan yang ditargetkan terhadap warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman -- sebuah tindakan jahat, antisemitisme, terorisme," tegas Albanese.

Ia menambahkan, "Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia."

Albanese juga menyelipkan pujian. Ia menyebut warga biasa yang berhasil menangkap dan melucuti senjata salah satu pelaku sebagai "pahlawan".

Korban jiwa memang mencapai 11 orang. Sementara itu, puluhan korban luka 29 orang harus dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi yang cukup parah. Situasi di Bondi yang biasanya riuh oleh turis, kini sunyi oleh duka dan garis polisi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar