IDAI: Hoaks di Media Sosial Sebabkan Orang Tua Ragu Beri Imunisasi Anak

- Selasa, 05 Mei 2026 | 19:45 WIB
IDAI: Hoaks di Media Sosial Sebabkan Orang Tua Ragu Beri Imunisasi Anak

Maraknya informasi keliru yang beredar di media sosial dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat masyarakat ragu terhadap program imunisasi. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa mitos dan hoaks seputar vaksinasi sudah menyebar luas sejak lebih dari satu dekade lalu, dan kini tantangan itu semakin berat karena kecepatan platform digital dalam mendistribusikan informasi.

“Salah satu yang membuat orang ragu-ragu terhadap imunisasi adalah banyaknya mitos atau hoaks yang beredar luas, apalagi di era media sosial ini,” ujar Piprim dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026). Menurut dia, media sosial memang memiliki peran ganda. Di satu sisi, platform itu sangat membantu dalam menyebarkan edukasi yang benar mengenai vaksinasi. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi yang salah justru membuat banyak orang tua menjadi gamang dan akhirnya memutuskan untuk tidak memberikan imunisasi kepada anak-anak mereka.

Piprim mencontohkan situasi di Indonesia saat ini sebagai bukti nyata dari dampak hoaks tersebut. Sejumlah wilayah kembali menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan vaksin, seperti campak dan polio. Ironisnya, vaksin untuk penyakit-penyakit itu sudah tersedia dan bisa diperoleh secara gratis di posyandu maupun puskesmas.

“Sebetulnya vaksinnya sudah disiapkan, sudah ada dan gratis di posyandu atau puskesmas. Namun, apabila orang tua masih ragu, menjadi galau, karena terlalu banyak mitos yang dia percayai dan ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak kita,” kata Piprim.

Ia menegaskan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi menghadapi risiko yang jauh lebih besar. Mereka tidak hanya rentan terkena penyakit secara berulang, tetapi juga berpotensi mengalami stunting, cacat, hingga kematian, tergantung pada jenis penyakit yang diderita.

Sementara itu, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, Rodman Tarigan, menambahkan bahwa vaksinasi memiliki peran vital dalam mencegah kematian dan meningkatkan harapan hidup penerimanya. Ia menjelaskan bahwa imunisasi juga melindungi anak dari infeksi berulang yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang mereka.

Rodman mengakui bahwa mitos dan hoaks akan selalu ada seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, ia menekankan perlunya narasi dan literasi yang mudah dipahami tentang imunisasi di berbagai kalangan masyarakat.

“Dalam hal ini media memiliki peran penting untuk menyampaikan fakta tentang imunisasi,” ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar