AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran

- Senin, 06 April 2026 | 13:15 WIB
AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran

Sebuah operasi penyelamatan dramatis digelar militer AS di jantung wilayah Iran. Mereka berhasil membawa pulang seorang awak pesawat tempur yang ditembak jatuh. Operasi itu sendiri digambarkan sangat rumit dan penuh risiko.

Media AS melaporkan, puluhan pasukan khusus dikerahkan. Tak cuma itu, pesawat tempur, helikopter, bahkan agen CIA terlibat dalam misi berbahaya ini.

Lewat unggahan di media sosial pada Minggu (05/04), Presiden Donald Trump menyatakan klaim kesuksesan itu. "Kami telah menyelamatkan awak F15 yang mengalami luka serius dan sangat berhana, di dalam pegunungan Iran," tulisnya.

Semuanya berawal dua hari sebelumnya, Jumat (03/04). Sebuah jet F15 yang membawa dua personel seorang pilot dan seorang perwira sistem persenjataan jatuh di Iran selatan setelah ditembak. Ini jadi pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade pesawat tempur AS dijatuhkan pasukan musuh.

Kedua awak sempat melontarkan diri dari F15E Strike Eagle yang rusak. Pilot berhasil diselamatkan di hari yang sama. Sayangnya, rekan awaknya masih hilang, terjebak di wilayah bermusuh.

Pemerintah Iran malah punya klaim lain. Mereka menyatakan berhasil menghancurkan pesawat AS yang terlibat dalam upaya penyelamatan itu.

Lalu, dimulailah perlombaan waktu. AS dan Iran sama-sama berburu orang yang sama. Iran bahkan menawarkan hadiah besar, sekitar Rp1,1 miliar, untuk penangkapan hidup-hidup sang awak. Beredar video masih belum diverifikasi yang menunjukkan warga sipil bersenjata ikut mencari.

Di tengah pegunungan, sang awak hanya bermodalkan pistol untuk bertahan. Tapi dia bukan orang sembarangan. Pelatihan khusus untuk situasi seperti ini sudah diterimanya: cara menyalakan sinyal, mencari tempat tinggi, bersembunyi, dan membangun komunikasi.

Menurut laporan, dia memilih bersembunyi di sebuah celah gunung. Penggunaan penanda lokasi dibatasi, karena khawatir justru memancing deteksi dari pihak Iran. Yang dilakukannya cuma menunggu, berharap regu penyelamat datang sebelum musuh menemukannya.

Di sinilah peran CIA disebut-sebut vital. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengungkapkan, badan intelijen itulah yang berhasil melacak posisi persis sang awak hingga ke celah gunung, lalu meneruskan informasinya ke Pentagon.

Trump mengaku lokasi itu dipantau "24 jam sehari". Dia "diburu oleh musuh-musuh kami, yang dari jam ke jam semakin dekat," tambahnya. CIA juga main cerdik dengan menyebarkan kabar palsu di dalam Iran bahwa awak kedua sudah ditemukan sebuah taktik pengalihan.

"Mengirim puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemputnya," tulis Trump lagi di Truth Social.

Saat pasukan khusus bergerak mendekat, tembakan dan bom sengaja dilancarkan untuk menjauhkan pasukan Iran dari lokasi. Situasinya benar-benar genting.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar