Polisi Ungkap Motif Iseng dan Pengaruh Narkoba di Balik Pelecehan Seksual Sopir Taksi Online

- Senin, 06 April 2026 | 17:30 WIB
Polisi Ungkap Motif Iseng dan Pengaruh Narkoba di Balik Pelecehan Seksual Sopir Taksi Online

Jakarta - Motif di balik aksi pelecehan seksual yang dilakukan seorang sopir taksi online akhirnya terungkap. Polisi menyebut pelaku, Wendy Arif Harjanto (39), bertindak karena iseng dan sekadar mencoba-coba. Kejadian memilukan ini berlangsung di dalam mobilnya, saat melintas kawasan Apartemen Istana Harmoni, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/3/2026) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memberikan penjelasan kepada awak media pada Senin (6/4/2026).

"Dari penyelidikan, motifnya karena iseng dan mencoba-coba," ucap Budi.

Tak cuma itu. Budi juga menyebutkan ada faktor lain yang mendorong aksi tersangka, yaitu pengaruh narkoba. "Yang bersangkutan bisa juga bertindak dalam pengaruh narkoba," tuturnya menambahkan.

Sebelumnya, tersangka berinisial WAH ini berhasil diringkus oleh Tim Subdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya. Penangkapan dilakukan setelah sebuah video rekaman korban beredar dan menjadi viral di media sosial.

"Pada Rabu, 1 April 2026, pelaku kami amankan di wilayah Rangkapan Jaya, Depok, saat masih berada di dalam kendaraannya," kata Budi dalam kesempatan terpisah, Jumat (3/4/2026).

Menurut penuturan polisi, kronologinya bermula ketika korban memesan layanan transportasi online di hari Sabtu itu. Di tengah perjalanan, sang sopir mulai menunjukkan sikap mencurigakan yang membuat penumpangnya ketakutan.

"Pelaku diduga memanfaatkan profesinya sebagai driver untuk mendapatkan akses ke korban," terang Budi.

Situasi pun berubah mencekam. Setelah membangun komunikasi, pelaku membawa mobil ke lokasi yang sepi. Di sana, ia diduga melakukan perbuatan cabul. Aksi itu termasuk memegang dan meremas paha korban, bahkan menindih tubuh korban secara paksa.

Untungnya, korban sempat merekam kejadian tersebut. Ia juga berupaha melawan, dan akhirnya berhasil keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri.

Dari proses penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya alat hisap sabu, plastik klip bekas paket sabu, obat kuat, alat kontrasepsi, dua unit handphone, serta mobil yang diduga digunakan saat kejadian.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar