Manchester City Gagal Rekrut Pengganti Bernardo Silva, Dikalahkan Chelsea

- Senin, 06 April 2026 | 17:40 WIB
Manchester City Gagal Rekrut Pengganti Bernardo Silva, Dikalahkan Chelsea

Manchester City harus bersiap kehilangan salah satu pilar terpentingnya. Bernardo Silva, sang maestro lini tengah, dipastikan akan meninggalkan Etihad pada akhir musim 2025/2026. Kabar ini tentu pukulan berat bagi warga City. Yang lebih ironis, klub ternyata gagal mendatangkan pengganti yang diidamkan, karena justru direbut saingannya, Chelsea.

Kepergian Silva ini mengakhiri sebuah era. Dia tiba dari AS Monaco pada 2017 dan langsung menjadi jantung permainan. Tak kurang dari 450 penampilan diwarnai berbagai gelar bergengsi: enam trofi Liga Inggris dan satu mahkota Liga Champions. Perannya selama ini? Hampir mustahil dicari tandingannya.

Asisten pelatih Pep Lijnders-lah yang mengonfirmasi kabar perpisahan itu. Saat menjawab pertanyaan media usai kemenangan di Piala FA, dia mengakui momen itu semakin nyata.

“Setiap cerita indah pasti ada akhirnya. Saya harap dia menikmati bulan-bulan terakhirnya, karena tinggal enam minggu lagi. Dia pantas dapat perhatian penuh,” ujar Lijnders.

Lalu, siapa yang akan mengisi kekosongan besar itu? Tantangan ini jelas tidak mudah bagi Man City. Mereka sempat mengincar Geovany Quenda, talenta muda yang disebut-sebut punya masa depan cemerlang. Bahkan, Silva sendiri pernah memuji Quenda.

“Dia mungkin akan mengambil posisi saya nanti. Di usia 17 tahun, saya sendiri bahkan belum main untuk tim muda Benfica,” kata Silva tentang pemain itu.

Sayangnya, harapan itu pupus. Chelsea bergerak lebih cepat dan berhasil mengamankan tanda tangan Quenda dengan nilai transfer sekitar 44 juta poundsterling. Kesepakatan itu konon sudah terjalin sejak Maret tahun lalu, dan pemain berusia 18 tahun itu akan resmi pindah musim panas 2026 mendatang.

Performanya bersama Sporting Lisbon memang menarik perhatian. Baik di Liga Portugal maupun panggung Liga Champions, Quenda menunjukkan potensi yang luar biasa. Ruben Amorim, mantan pelatihnya di Sporting, juga memberikan testimoni positif.

“Dia kuat secara fisik, fokus, dan tetap membumi. Itu hal penting untuk pemain muda. Dia dapat kesempatan dan langsung mempertahankannya dengan baik. Saya pikir dia akan jadi pemain hebat, tapi tentu butuh waktu,” kata Amorim.

Namun begitu, bagi Lijnders, mencari pengganti Silva adalah pekerjaan nyaris mustahil. Karakteristik pemain asal Portugal itu dianggap sangat unik dan langka.

“Kamu tidak bisa mengganti pemain seperti dia dengan yang serupa, karena tidak ada. Bernardo itu unik. Cara dia mengontrol permainan, bergerak, menerima bola, memimpin tim, hingga melihat solusi di lapangan, semuanya spesial,” tegasnya.

Dia menambahkan, absennya Silva dalam satu laga saja sudah sangat terasa. Bayangkan jika dia hilang untuk satu musim penuh. “Saat dia tidak turun, kamu langsung tahu betapa dia dirindukan. Itu baru satu pertandingan. Coba pikirkan untuk satu musim,” ucap Lijnders.

Saat ini, Silva masih punya misi terakhir. Manchester City sudah mengamankan Piala Liga Inggris dan masih berjuang mengejar Arsenal di puncak klasemen. Belum lagi semifinal Piala FA melawan Southampton yang jadi kesempatan emasnya untuk memberikan kontribusi terakhir sebelum pamit. Sebuah akhir cerita yang, seperti kata Lijnders, semoga bisa tetap indah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar