Di sisi lain, manfaat kebijakan ini ternyata cukup beragam. Andy menyebutkan, selain menghemat energi nasional, WFH juga membawa angin segar bagi fleksibilitas kerja. Bayangkan, arus lalu lintas bisa lebih lancar, polusi udara pun berkurang.
"Dengan WFH, pemerintah bisa menghemat energi nasional, meningkatkan fleksibilitas kerja, dan mendorong digitalisasi kerja. Selain itu, WFH juga bisa membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara," ungkapnya.
Kebijakan ini sendiri, seperti diketahui, merupakan respons pemerintah terhadap gejolak yang terjadi di Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengonfirmasinya.
"Penerapan work from home bagi ASN di instansi pusat dan daerah yang dilakukan satu hari kerja dalam seminggu yaitu tiap hari Jumat," kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3) malam.
Nah, tinggal nanti kita lihat implementasinya di lapangan. Apakah benar-benar efektif menghemat energi, atau justru menimbulkan tantangan baru dalam koordinasi kerja.
Artikel Terkait
Putin dan Erdogan Desak Gencatan Senjata Segera di Timur Tengah
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS
Wisatawan Belgia Dideportasi dari Bali Usai Lompat Tebing dengan Motor dan Kabur dari Ganti Rugi