Astekita memastikan semua aktivitas kini sudah berjalan sesuai aturan. Kuota dan sistem pendaftaran tetap diberlakukan ketat. “Fokus kami saat ini adalah peningkatan pengelolaan sampah melalui konsep zero waste. Setiap pendaki wajib mendata barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah sebelum memulai pendakian,”
jelasnya lagi.
Dengan sistem itu, petugas bisa memastikan apa yang dibawa naik, harus dibawa turun lagi. Harapannya sih, sampah di kawasan gunung bisa berkurang drastis.
Soal kuota, Balai TNGR menetapkan angka harian hingga ratusan orang. Lama pendakiannya bervariasi, antara dua sampai empat hari, tergantung rute dan tujuan masing-masing. Sampai saat ini, belum ada perubahan kebijakan baru. Pesannya tetap satu: patuhi aturan demi keselamatan dan kelestarian Rinjani.
Gunung yang sempat istirahat tiga bulan itu, kini kembali hidup.
Artikel Terkait
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik
Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di 80-an Daerah
Uji Coba Sistem Bayar Tol MLFF Segera Dimulai, BPJT Pastikan Persiapan Matang