Kabupaten Lombok Timur – Akhirnya, setelah tiga bulan sepi dari langkah para petualang, Gunung Rinjani kembali menyambut pendaki. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) secara resmi membuka kembali seluruh jalur pendakiannya mulai awal April 2026 ini.
Menurut Astekita Ardiaristo, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, ada enam jalur yang kini bisa dilalui. Di sisi utara, ada Sembalun, Torean, dan Senaru. Sementara di selatan, pendaki bisa memilih Timba Nuh, Tetebatu, atau Aik Berik.
“Untuk jalur utara, kuota pendakian sudah terpenuhi. Jalur Sembalun saja tercatat sebanyak 367 pendaki telah terdaftar, dan puluhan lainnya dijadwalkan mulai mendaki pada hari berikutnya,”
ujar Astekita, Kamis lalu.
Dia menambahkan, jalur Torean lebih sering dipakai untuk turun. Polanya biasanya sama: pendaki naik lewat Sembalun atau Senaru, lalu memilih Torean untuk perjalanan pulang. Hampir tak ada yang memakainya sebagai titik awal pendakian.
Namun begitu, antusiasme di sisi selatan ternyata belum seramai utara. Data yang ada menunjukkan, jalur Timba Nuh baru diisi 55 pendaki. Tetebatu sekitar sembilan orang, dan Aik Berik cuma empat. Kebanyakan yang lewat sini adalah wisatawan dalam negeri.
Artikel Terkait
KPK Periksa Sejumlah Biro Haji Pekan Depan Terkait Kasus Korupsi Kuota
Marinir Sampaikan Prihatin atas Insiden Peluru Nyasar Lukai Dua Anak di Gresik
Pemerintah Dorong Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif di 80-an Daerah
Uji Coba Sistem Bayar Tol MLFF Segera Dimulai, BPJT Pastikan Persiapan Matang