Selasa (3/3) waktu setempat, kelompok Hizbullah mengumumkan serangan terhadap tiga pangkalan militer Israel. Mereka bilang, ini adalah balasan atas gempuran Israel ke sejumlah area di Lebanon yang jadi benteng mereka.
Menurut pernyataan resmi yang dikutip AFP, pasukan Hizbullah menargetkan pangkalan udara Ramat David dan pangkalan Meron di utara Israel. Mereka menggunakan serangan drone beruntun. Tak cuma itu, sebuah pangkalan Israel di Dataran Tinggi Golan juga dihujani roket.
"Sebagai respons atas agresi kriminal Israel terhadap puluhan kota dan desa di Lebanon," begitu bunyi pernyataan kelompok itu.
Semua ini, tentu saja, bukan tanpa sebab. Pertempuran terbaru antara kedua pihak sebenarnya sudah kembali memanas sejak Senin (2/3) pagi. Saat itu, Hizbullah meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel. Serangan itu mereka klaim sebagai pembalasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan yang diduga melibatkan AS dan Israel.
Israel tak tinggal diam. Tel Aviv langsung membalas dengan menggempur area pinggiran selatan Beirut. Puluhan desa di Lebanon selatan, yang dikenal sebagai basis Hizbullah, juga tak luput dari serangan.
Militer Israel bahkan bersumpah akan semakin menggencarkan serangannya. Mereka bertekad membuat Hizbullah membayar "harga yang mahal" atas aksi-aksi provokatif ini.
Akibatnya? Korban berjatuhan di pihak Lebanon. Pemerintah setempat melaporkan sedikitnya 52 orang tewas dan 154 lainnya luka-luka akibat serangan Israel. Situasi di perbatasan itu pun makin mencekam.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Tapanuli Selatan
DPR Minta Kejelasan Pemerintah soal Nasib RUU Inisiatif, Termasuk Perlindungan PRT
Kades dan Kontraktor Klaten Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Renovasi Masjid Rp 203 Miliar
Iran Tegaskan Hak Nuklirnya Tak Bisa Ditawar, Desak AS Tunjukkan Itikad Baik