Serangan ini bukan terjadi dalam ruang hampa. Menurut pernyataan DK PBB, para prajurit itu terluka “di tengah permusuhan yang sedang berlangsung di sepanjang Blue Line.” Garis biru itu sendiri adalah batas sementara sepanjang 120 kilometer. Fungsinya, untuk mengonfirmasi penarikan pasukan Israel dari selatan Lebanon, ditetapkan PBB jauh hari sebelumnya, tepatnya 7 Juni 2000.
Di sisi lain, Dewan Keamanan juga menyoroti serangkaian insiden lain yang mengganggu pos-pos UNIFIL. Situasinya memang tegang.
“Mendoakan kesembuhan yang cepat dan sepenuhnya bagi mereka yang luka-luka,” lanjut pernyataan itu. Penghormatan juga diberikan pada dedikasi seluruh pasukan perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa. Apresiasi mendalam untuk negara-negara penyumbang pasukan UNIFIL pun tak dilupakan.
Pada akhirnya, dukungan penuh untuk misi UNIFIL ditegaskan kembali. Pesannya jelas: meski risiko tinggi, komitmen untuk perdamaian internasional harus terus dijalankan.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen