Dengan Puskorwil, diharapkan rentang kendali antara pusat dan daerah bisa lebih kuat. Layanan penanganan persoalan kehutanan pun bisa terpadu, satu pintu.
Di sisi lain, upaya modernisasi juga akan digenjot. Teknologi akan dimanfaatkan, mulai dari pengadaan pesawat ringan hingga drone. Semua itu untuk mendukung sistem patroli cerdas atau smart patrol.
"Dengan pendekatan itu, deteksi dini terhadap kebakaran hutan, penebangan ilegal, hingga aktivitas tambang ilegal di kawasan hutan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien," ujarnya.
Dalam forum bertema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut, Raja Juli menyebut kehadirannya bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk laporan pertanggungjawabannya sebagai kader Muhammadiyah yang kini jadi menteri.
"Saya tumbuh dalam lingkungan pendidikan Muhammadiyah," ujarnya.
Menurutnya, ajaran Islam memiliki fondasi teologis yang kuat untuk menjaga lingkungan. Ia bahkan mengutip berbagai ayat Al Quran serta praktik para khalifah yang melarang perusakan alam, bahkan dalam perang sekalipun.
"Larangan menebang pohon berbuah dan merusak tanaman menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah ajaran fundamental Islam. Ini relevan dengan konsep ekoteologi hari ini," pungkas Raja Juli.
Artikel Terkait
Satpam di Surabaya Bobol TK Tempatnya Bekerja, Curi Rp43 Juta
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen