BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi di Atas 95%

- Jumat, 10 April 2026 | 15:40 WIB
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi di Atas 95%

Upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengungkap data kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi dinilai bisa jadi langkah penting. Tujuannya? Memulihkan kepercayaan investor yang sempat goyah. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyebut langkah ini bukan hal baru di kancah global.

“Jadi yang saya ingin sampaikan, ini adalah international best practices yang memberikan informasi yang lebih kaya kepada investor kita,” ujarnya di Gedung BEI, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, bursa seperti Hong Kong sudah lebih dulu menerapkan aturan serupa. Transparansi semacam ini, katanya, bisa jadi penarik minat investor. Baik lokal maupun asing. Dengan informasi yang lebih terbuka, investor punya gambaran lebih jelas sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya.

Nyoman mengaku sudah bertemu langsung dengan sembilan perusahaan yang masuk dalam daftar itu. Pertemuan itu dimaksudkan untuk memberi ruang bagi emiten agar berbenah. Misalnya, lewat aksi korporasi tertentu yang bisa membuka peluang bagi investor publik untuk ikut memiliki saham.

“Kalau kita menerapkan hal ini, bukan hanya domestik yang berjaya, tapi asing juga akan bertambah trust-nya ke kita,” tuturnya. Harapannya, dalam jangka panjang, langkah ini bakal mendongkrak investasi yang masuk ke pasar modal Indonesia.

Lalu, siapa saja perusahaan yang dimaksud? BEI sempat merilis daftarnya. Di puncak ada PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dengan kepemilikan terkonsentrasi mencapai 99,85%. Disusul PT Ifishdeco Tbk (IFSH) 99,77% dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 98,35%.

Selanjutnya, ada PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) di 97,75%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 97,31%, dan PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94%. Tiga perusahaan lain yang melengkapi daftar ini adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan 95,76%, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) 95,47%, serta PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang kepemilikannya tercatat 95,35%.

Memang, langkah BEI ini masih perlu dibuktikan hasilnya. Tapi setidaknya, ada upaya nyata untuk membuat pasar lebih terbuka. Dan itu, bagi banyak pengamat, adalah awal yang baik.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar