Visi kepemimpinan Indonesia pun coba ditawarkan. Di hadapan para delegasi dari berbagai penjuru dunia, Sugiono berargumen bahwa tantangan global saat ini butuh pendekatan berbasis kepercayaan dan saling menghormati. Bukan paksaan. "Solusi yang bertahan lama tidak dipaksakan, tetapi dibentuk melalui kepercayaan serta rasa saling menghormati," tambahnya. Dialog yang jujur, katanya, adalah kunci merespons krisis HAM di mana pun.
Sidang yang akan berlangsung beberapa pekan ke depan ini agendanya padat. Selain isu Palestina, sejumlah topik krusial akan dibahas. Mulai dari perlindungan hak anak dan penyandang disabilitas, upaya pencegahan praktik mutilasi alat kelamin perempuan (FGM), hingga peninjauan situasi HAM di sejumlah negara yang jadi perhatian PBB.
Langkah diplomasi Indonesia di Jenewa ini jelas bukan sekadar ritual. Ia mencerminkan peran strategis Jakarta di panggung multilateral, berusaha menjaga stabilitas dan mendorong keadilan. Tindak lanjutnya, tentu, yang akan dinanti.
Penulis: Fityan
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes untuk Oman dan Yaman