Langkah Iran ini merupakan respons langsung terhadap komentar Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu. Saat ditanya wartawan, Trump mengakui bahwa serangan terbatas terhadap Iran sedang dipertimbangkan, terutama jika negosiasi mengenai program nuklir Iran tidak membuahkan hasil.
"Saya kira saya bisa mengatakan saya sedang mempertimbangkannya," jawab Trump kala itu, memberikan sinyal yang jelas tentang tekanan militer yang mungkin digunakan.
Latar belakang dari situasi ini adalah pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah yang belakangan ini meningkat. Langkah ini secara luas dilihat sebagai upaya untuk menekan Iran agar lebih kooperatif dalam perundingan nuklir yang sangat dinantikan, yang rencananya akan segera dimulai kembali.
Dengan demikian, atmosfer menjelang perundingan diwarnai oleh ancaman dan postur militer, menciptakan kondisi yang rentan. Para pengamat mengkhawatirkan bahwa salah satu langkah keliru dapat dengan cepat memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan yang sudah penuh gejolak ini.
Artikel Terkait
Kebijakan WFH Jumat Berdampak, Arus Lalu Lintas Medan Turun 20 Persen
Bonjowi Klaim Empat Dokumen Krusial Jokowi Hilang dari Arsip KPU DKI
Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Targetkan Penghematan BBM 20 Persen
Presiden Prabowo Lantik Andi Rahadian Jadi Dubes untuk Oman dan Yaman