MURIANETWORK.COM - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap serangan militer Amerika Serikat, sekalipun berskala terbatas, akan memicu respons balasan yang keras. Peringatan ini disampaikan menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengaku mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran. Ketegangan ini muncul di tengah upaya AS memperkuat postur militernya di Timur Tengah, tepat sebelum negosiasi nuklir antara kedua negara dijadwalkan kembali dimulai.
Peringatan Resmi dari Teheran
Melalui Kementerian Luar Negeri, Iran secara tegas menyatakan bahwa segala bentuk serangan akan dipandang sebagai tindakan agresi. Pernyataan ini menegaskan posisi negara itu yang tidak akan tinggal diam jika kedaulatannya diusik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam sebuah pengarahan pers di Teheran, menegaskan hal tersebut. "Dan negara mana pun akan bereaksi terhadap tindakan agresi sebagai bagian dari hak inherennya untuk membela diri dengan ganas, jadi itulah yang akan kami lakukan," ujarnya.
Pemicu Ketegangan Terkini
Langkah Iran ini merupakan respons langsung terhadap komentar Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu. Saat ditanya wartawan, Trump mengakui bahwa serangan terbatas terhadap Iran sedang dipertimbangkan, terutama jika negosiasi mengenai program nuklir Iran tidak membuahkan hasil.
"Saya kira saya bisa mengatakan saya sedang mempertimbangkannya," jawab Trump kala itu, memberikan sinyal yang jelas tentang tekanan militer yang mungkin digunakan.
Latar belakang dari situasi ini adalah pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Timur Tengah yang belakangan ini meningkat. Langkah ini secara luas dilihat sebagai upaya untuk menekan Iran agar lebih kooperatif dalam perundingan nuklir yang sangat dinantikan, yang rencananya akan segera dimulai kembali.
Dengan demikian, atmosfer menjelang perundingan diwarnai oleh ancaman dan postur militer, menciptakan kondisi yang rentan. Para pengamat mengkhawatirkan bahwa salah satu langkah keliru dapat dengan cepat memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan yang sudah penuh gejolak ini.
Artikel Terkait
Jakarta Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Timnas Uji Coba di Era Herdman
KPK Dalami Dugaan Pemanfaatan Safe House dalam Kasus Suap Bea Cukai
Kebakaran di Cianjur Tewaskan Tiga Orang, Nenek 64 Tahun Luka Bakar 100 Persen
Brimob Polda Metro Jaya Bagikan Ratusan Takjil Gratis di Jakarta Timur