Menkominfo Sebut Disinformasi Tantangan Terbesar Diplomasi Indonesia di Board of Peace

- Senin, 23 Februari 2026 | 14:10 WIB
Menkominfo Sebut Disinformasi Tantangan Terbesar Diplomasi Indonesia di Board of Peace

Prestasi di BoP Menjadi Jawaban atas Keraguan

Meski diwarnai berbagai tudingan, pelaksanaan rapat perdana Board of Peace justru berhasil mengklarifikasi banyak hal. Meutya menyebut Indonesia justru mendapat apresiasi dalam forum tersebut, termasuk dari pimpinan negara lain.

"Tidak hanya terlihat tapi letter-luck diucapkan oleh Presiden Trump bahwa 'oh, Indonesia negara yang besar, Presiden ini kuat', dan beliau menyampaikan sudah ada komitmen untuk mengirimkan tentara dengan jumlah yang amat besar. Saya rasa itu sudah menjawab semua disinformasi sih," ungkapnya.

Pendekatan Hukum dan Kolaborasi dengan Publik

Di tengah upaya meluruskan narasi, Meutya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan hukum jika ditemukan pelanggaran, khususnya yang menyangkut Undang-Undang ITE. Langkah seperti pemutusan akses terhadap konten ilegal tetap menjadi opsi.

Namun, politikus Golkar ini menekankan bahwa strategi utama pemerintah adalah dengan memperkuat narasi yang benar dan transparan. Upaya ini tidak dilakukan sendirian, melainkan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari media hingga organisasi masyarakat sipil.

"Isu Palestina, ini isu bersama, ini bukan kebijakan pemerintah saja, ini yang kita maui bersama. Maka ayo bantu nih sekalian mengimbau, ayo bantu pemerintah juga menjelaskan narasi-narasi ini ke lebih luas lagi," tuturnya.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat membangun pemahaman publik yang lebih utuh dan melindungi ruang diskusi dari racun disinformasi yang merusak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar