Pasar saham Indonesia kembali catat sejarah. IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 8.602,13, memecahkan rekor sebelumnya yang bertengger di 8.570. Pergerakan ini disambut hangat oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11), Purbaya tak menyembunyikan antusiasmenya.
"Wah, mantap lah [IHSG tembus 8.602]. To the moon," ujarnya.
Di sisi lain, indeks LQ45 juga ikut merangkak naik 0,89 persen ke posisi 864,76. Statistik hariannya menunjukkan 293 saham menguat, sementara 365 lainnya melemah. Ada 149 saham yang stagnan. Transaksi berlangsung cukup sibuk frekuensinya mencapai 2,6 juta kali dengan volume perdagangan sebanyak 53 miliar saham. Nilainya? Rp 26,577 triliun.
Menurut Purbaya, kenaikan IHSG ini punya fondasi yang kuat. Ia menjelaskan bahwa pergerakan indeks pada dasarnya ditopang oleh kinerja perusahaan, yang ujung-ujungnya bergantung pada kondisi ekonomi nasional. Jadi, fondasi ekonominya harus solid dulu.
"Jadi kalau bagus seperti sekarang, mungkin ekonomi belum secepat itu. Tapi kan investor pasar modal kan forward-looking. Orientasi ke depan mereka bisa hitung," jelasnya.
Namun begitu, soal janji insentif untuk BEI, Purbaya angkat bicara. Ia mengungkap bahwa belum ada kepastian karena BEI sendiri, menurut pengetahuannya, belum menindak tegas pelaku saham gorengan yang kerap mendistorsi pasar.
"Belum, belum, saya belum lihat mereka [BEI] hukumin orang yang goreng-goreng," katanya lugas.
Artikel Terkait
Pertemuan IMF-Bank Dunia Soroti Ancaman Resesi Global Akibat Ketegangan di Selat Hormuz
Gunungan Hasil Bumi Warnai Puncak HUT ke-51 TMII
Pratikno: Transisi Pengelolaan Haji Harus Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah
Anggota DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi ke Harga Pangan