Kebijakan tarif Trump telah menuai kritik yang kian keras belakangan ini, diduga mendorong kenaikan biaya hidup. Data perdagangan untuk Desember yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan bahwa tarif tersebut dinilai hanya sedikit berpengaruh dalam menekan defisit perdagangan besar AS pada tahun 2025.
Antisipasi Tinggi pada Laporan NVIDIA
Di tengah gejolak kebijakan, fokus pasar pekan ini akan tertuju sepenuhnya pada laporan pendapatan kuartal keempat tahun fiskal NVIDIA Corporation, yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 25 Februari. NVIDIA, sebagai produsen prosesor AI paling mutakhir di pasar, dipandang sebagai barometer utama untuk mengukur kekuatan permintaan di industri kecerdasan buatan yang sedang berkembang pesat.
Perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini diproyeksi akan membukukan kinerja yang kuat. Berdasarkan perkiraan analis, NVIDIA diperkirakan mencetak pendapatan sebesar USD65,56 miliar dengan laba per saham (EPS) sebesar USD1,52.
Angka proyeksi tersebut menunjukkan lompatan yang signifikan dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu, yang sebesar USD39,33 miliar pendapatan dan USD0,89 laba per saham.
Laporan pendapatan NVIDIA datang di saat meningkatnya ketidakpastian mengenai prospek jangka panjang industri AI dan dampak potensialnya terhadap berbagai sektor teknologi. Dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham di sektor perangkat lunak dan logistik telah mengalami tekanan cukup tajam di tengah kekhawatiran atas disrupsi yang dibawa AI, dengan penjualan yang mulai meluas ke sektor-sektor lain yang lebih luas.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api