MURIANETWORK.COM - Pasar saham berjangka Amerika Serikat dibuka melemah pada perdagangan Minggu malam, 22 Februari 2026, merespons komentar terbaru Presiden Donald Trump soal kenaikan tarif impor dan menanti laporan pendapatan kuartalan dari raksasa teknologi NVIDIA. Ketegangan kebijakan perdagangan dan antisipasi terhadap kinerja perusahaan kecerdasan buatan (AI) itu menjadi sentimen utama yang membayangi bursa Wall Street di awal pekan.
Sentimen Tarif Trump Tekan Pasar
Kontrak berjangka indeks saham utama AS tercatat turun. Kontrak S&P 500 Futures merosot 0,3 persen ke level 6.902,25 poin. Sementara itu, Nasdaq 100 Futures turun lebih dalam, 0,5 persen, menjadi 24.945,75 poin. Dow Jones Futures juga melemah hampir 0,3 persen ke posisi 49.547,0 poin.
Pelemahan ini terjadi setelah Presiden Trump mengumumkan rencana menaikkan tarif universal sementara untuk impor menjadi 15 persen, dari sebelumnya 10 persen. Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa langkah darurat ekonomi yang digunakan Trump untuk memberlakukan sejumlah tarif sebelumnya melampaui kewenangannya.
Trump kini beralih menggunakan undang-undang terpisah yang belum teruji untuk memberlakukan pungutan baru tersebut. Namun, langkah ini menghadapi ketidakpastian hukum dan politik, mengingat tidak ada presiden sebelumnya yang pernah menggunakan aturan tersebut. Selain itu, Trump memerlukan persetujuan Kongres jika ingin memperpanjang bea masuk ini setelah 150 hari.
Putusan Mahkamah Agung itu dinilai meningkatkan ketidakpastian jangka pendek atas arah kebijakan perdagangan AS. Beberapa negara mitra dagang besar yang telah menandatangani perjanjian dengan pemerintahan Trump dalam setahun terakhir dilaporkan mulai mencari negosiasi ulang atau meminta kejelasan lebih lanjut.
Artikel Terkait
Rakyat Iran Berkabung 40 Hari Gugurnya Ayatollah Khamenei di Tengah Gencatan Senjata
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api