Di Istana Negara yang ramai, Kamis lalu, ada satu momen yang bikin Martina Ayu Pratiwi tersenyum lebar. Atlet triatlon itu baru saja mendapat bonus langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Gimana nggak senang, hari itu juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-22. Prestasinya di SEA Games 2025 memang luar biasa: tujuh medali digantung di lehernya, lima di antaranya berwarna emas.
"Sekarang umur 22 tahun. Iya betul, hari ini berulang tahun," ujar Martina, mengiyakan pertanyaan seputar hari bahagianya itu.
Bonus yang diterimanya nggak main-main. Martina, yang aslinya dari Magetan, Jawa Timur, mengungkapkan totalnya mencapai Rp 3,4 miliar. Angka fantastis itu merupakan akumulasi dari seluruh medali yang dibawanya pulang, termasuk dari nomor-nomor beregu.
"Total dari semua medali ini Rp 3,4 miliar," katanya singkat.
Lalu, buat apa saja uang sebanyak itu? Martina punya rencana yang matang. Di satu sisi, ia ingin memastikan karier olahraganya terus melesat. Tapi di sisi lain, hatinya teringat pada orang tua di rumah. Bonus tersebut rencananya akan dipakai untuk investasi masa depan, menunjang latihan demi prestasi yang lebih tinggi, dan tentu saja, meringankan beban kedua orang tuanya.
"Untuk bonusnya nanti buat tentunya investasi masa depan, untuk menunjang prestasi yang lebih tinggi lagi dan untuk membantu kedua orang tua yang ada di rumah," jelasnya.
Pemberian bonus pada Kamis itu bukan cuma untuk Martina. Menurut laporan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, pemerintah menggelontorkan dana bonus hingga Rp 465,25 miliar. Dana sebesar itu sudah disalurkan kepada para atlet dan pelatih yang berhasil membawa pulang medali, baik emas, perak, maupun perunggu, dari ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara itu. Presiden Prabowo sendiri yang menyerahkan secara simbolis, dalam bentuk buku rekening, kepada beberapa perwakilan atlet.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Pimpin Audiensi IKM ke Gubernur Lampung, Bahas Hibah Sekretariat dan Sinergi Pembangunan
KPK Perluas Penyelidikan Suap Smart Board ke Seluruh Audit BPK di Muara Enim
P3HKI Dorong Sertifikat Kepatuhan Ketenagakerjaan Jadi Syarat Wajib Merger dan Akuisisi
Polisi Gagalkan Penyelundupan 10,8 Kg Ketamin Senilai Rp10,9 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta