Penulis: Fityan
TVRINews-Bergamo
Drama penalti menit akhir singkirkan Dortmund, sementara sepuluh pemain Juventus gagal bendung Galatasaray.
Atalanta akhirnya melenggang. Kemenangan dramatis 4-1 atas Borussia Dortmund, Rabu malam lalu, memastikan mereka ke babak 16 besar Liga Champions. Agregat 4-3 itu sekaligus mengubur harapan Dortmund musim ini. Sungguh sebuah malam yang tak terlupakan di Bergamo.
Dari peluit pertama, intensitas langsung tinggi. Sadar tertinggal dua gol dari pertemuan pertama, Atalanta langsung menyerang. Dan baru lima menit berjalan, Gianluca Scamacca sudah membahana. Gol cepat itu seperti penyemangat. Momentum terus dipegang tuan rumah. Menjelang turun minum, tembakan Davide Zappacosta berbelok usai mengenai Ramy Bensebaini Gregor Kobel cuma bisa menatap bola masuk. 2-0.
Babak kedua, dominasi berlanjut. Mario Pasalic menyundul dengan sempurna, menggenapkan keunggulan menjadi tiga gol tanpa balas. Dortmund tampak limbung.
Tapi mereka belum mati. Di menit ke-75, Karim Adeyemi membuyarkan kebuntuan dengan tendangan melengkung nan indah. 3-1. Asa pun hidup kembali. Laga berjalan alot hingga injury time. Di sinilah drama puncak terjadi.
Bensebaini, yang sudah jadi ‘aktor’ gol kedua Atalanta, kembali menjadi sorotan. Pelanggarannya terhadap Nikola Krstovic di kotak penalti tak bisa ditolerir wasit. Kartu merah langsung diacungkan. Penalti! Suasana tegang.
Lazar Samardzic yang maju sebagai algojo tampak tenang. Di menit ke-98, eksekusinya sempurna. 4-1. Semua sudah berakhir.
“Rasanya seperti naik roller coaster di menit-menit terakhir. Emosi campur aduk. Syukurlah Lazar cool sekali mengeksekusinya,” ujar bek Atalanta, Sead Kolasinac, usai laga.
Di sisi lain, raut kecewa jelas terpancar dari kubu Dortmund. Kapten mereka, Emre Can, mengaku timnya melakukan terlalu banyak blunder.
“Sulit sekali untuk maju kalau terus membuat kesalahan individu seperti itu. Jujur saja, kami memang tidak layak lolos,” katanya dengan getir.
Turin Takluk oleh Kegigihan
Sementara itu, di Turin, cerita lain terukir. Juventus harus gigit jari. Bermain dengan sepuluh pemain hampir sepanjang babak kedua setelah kartu merah Lloyd Kelly, mereka tetap bertarung sengit. Tapi Galatasaray terlalu tangguh.
Agregat akhir 7-5 mungkin terlihat mewah, namun jalan menuju sana tidak mudah. Juventus sempat bangkit lewat gol Federico Gatti dan Weston McKennie yang menyamakan agregat. Semua seolah mengarah ke drama babak tambahan.
Dan di babak tambahan itulah bintang bersinar. Victor Osimhen. Striker Nigeria itu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain mahal dengan gol penentu yang melambungkan Galatasaray. Mereka kini menanti pemenang duel Liverpool vs Tottenham.
PSG Lewati Rintangan Monaco
Lain lagi di Paris. PSG, sang juara bertahan, harus bekerja ekstra keras meladeni Monaco. Hasil imbang 2-2 di Parc des Princes cukup membawa mereka lolos dengan agregat 5-4. Monaco sempat memimpin lebih dulu, membuat nervositas melanda tribun.
Tapi PSG punya jawaban. Marquinhos dan Khvicha Kvaratskhelia berhasil membalikkan keadaan, menunjukkan kedalaman skuat mereka.
“Target kami memang menguasai permainan. Tapi yang tak kalah penting adalah tahu cara bangkit saat tertinggal. Itu yang kami tunjukkan malam ini,” komentar Desire Doue dari PSG, mengevaluasi pertandingan.
Dengan semua laga selesai, kini fokus beralih ke undian. Babak 16 besar akan diundi Jumat mendatang di Nyon, Swiss. Siapa lawan siapa? Kita tunggu saja.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026
Zelensky Peringatkan Warga Ukraina akan Serangan Besar-besaran Rusia yang Akan Datang
Jalan Kaki dari Stasiun Tugu, Wisatawan Bisa Jelajahi Lima Destinasi Ikonik Yogyakarta
Astra Agro Raih Penghargaan CSR 2026 Berkat Program Berkelanjutan di Empat Pilar