Jalan Kaki dari Stasiun Tugu, Wisatawan Bisa Jelajahi Lima Destinasi Ikonik Yogyakarta

- Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:15 WIB
Jalan Kaki dari Stasiun Tugu, Wisatawan Bisa Jelajahi Lima Destinasi Ikonik Yogyakarta

Berlibur praktis tanpa repot menyewa kendaraan kini menjadi tren baru di kalangan pengguna kereta api yang baru tiba di Yogyakarta. Begitu turun di Stasiun Tugu, wisatawan dapat langsung menjelajahi sejumlah destinasi ikonik hanya dengan berjalan kaki, tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi.

Berdasarkan rekomendasi tren pariwisata, setidaknya ada lima tempat wisata yang berada dalam jarak tempuh sangat dekat dari stasiun. Destinasi pertama yang paling mudah dijangkau adalah kawasan Malioboro. Dari pintu keluar selatan stasiun, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit berjalan kaki untuk sampai di pusat keramaian kota yang dikenal sebagai ikon utama Yogyakarta.

Tidak jauh dari Malioboro, terdapat Tugu Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai Tugu Pal Putih. Monumen bersejarah ini memiliki nilai filosofis yang kuat karena menjadi bagian dari garis imajiner yang menghubungkan Laut Selatan, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi. Lokasinya yang sangat dekat dengan stasiun menjadikannya tempat favorit untuk berfoto dengan latar belakang budaya yang kental.

Di ujung selatan koridor Malioboro, wisatawan dapat menemukan Pasar Beringharjo. Pasar legendaris ini dikenal sebagai surga belanja kain batik tradisional, sekaligus pusat kuliner dan oleh-oleh khas Yogyakarta dengan harga yang terjangkau. Keberadaannya yang masih dalam satu kawasan memudahkan pengunjung untuk berbelanja tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Di seberang pasar, tepat di sisi selatan, berdiri Museum Benteng Vredeburg. Museum ini menyajikan wisata edukasi interaktif mengenai sejarah perjuangan bangsa pada masa kolonial Belanda. Lokasinya yang terintegrasi dengan pedestrian Malioboro membuat pengunjung dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan sejarah tanpa perlu kendaraan.

Perjalanan kaki dapat diakhiri di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, sebuah kawasan pedestrian luas di pusat kota. Tempat ini menjadi lokasi favorit bagi masyarakat untuk duduk santai menikmati sore hari sambil mendengarkan alunan musik dari komunitas musisi jalanan. Suasana yang hidup dan ramah pejalan kaki menjadikan titik ini sebagai penutup petualangan yang sempurna.

Sementara itu, penataan infrastruktur ramah pejalan kaki yang terus diperbaiki semakin memudahkan wisatawan menentukan titik awal petualangan mereka begitu melangkah keluar dari gerbang stasiun. Kelima destinasi strategis ini membuktikan bahwa menikmati pesona Yogyakarta kini tidak lagi memerlukan proses rumit atau biaya akomodasi tambahan yang mahal.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar