Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluarkan peringatan keras kepada warganya bahwa Rusia tengah mempersiapkan gelombang serangan besar-baru yang baru. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, ia mendesak penduduk untuk segera mencari perlindungan dan tidak mengabaikan sirene peringatan udara.
Peringatan ini muncul setelah Kyiv mengalami bombardir besar-besaran pada akhir pekan lalu, yang disebut sebagai salah satu serangan paling dahsyat sejak invasi skala penuh Kremlin dimulai pada tahun 2022. Wilayah ibu kota Ukraina itu menjadi titik paling parah dari gempuran Rusia yang terus meningkat intensitasnya.
Di sisi lain, Moskow telah memperingatkan para diplomat asing untuk meninggalkan Kyiv. Peringatan itu disertai ancaman akan meningkatkan serangan sebagai pembalasan atas aksi Ukraina yang menyerang asrama dan sekolah menengah kejuruan di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia. Menurut klaim Moskow, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 21 orang.
“Kami memiliki informasi intelijen tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru,” kata Zelensky dalam unggahannya.
“Harap perhatikan peringatan udara, lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap; Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa,” lanjutnya.
Dalam situasi yang semakin genting ini, Zelensky kembali menyerukan kepada sekutu internasional untuk mengizinkan dan mendanai pasokan rudal Patriot. Sistem pertahanan udara itu dinilai mampu mencegat rudal balistik Rusia yang kerap menghantam wilayah Ukraina.
Sebelumnya, pada awal pekan ini, ia telah mengirimkan surat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kongres AS, meminta sistem Patriot sebagai respons terhadap serangan udara Rusia yang kian intensif. Permintaan itu menjadi bagian dari upaya Kyiv untuk memperkuat pertahanan udaranya di tengah gempuran yang tak kunjung reda.
Sementara itu, Ukraina juga terus meningkatkan serangan balasan terhadap wilayah pendudukan dan wilayah Rusia sebagai respons atas pemboman harian yang dilakukan Moskow. Namun, upaya negosiasi yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik ini dilaporkan terhenti sejak pecahnya perang di Timur Tengah, yang telah mengalihkan perhatian dan sumber daya Washington dari krisis di Eropa Timur.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Dua Pencopet WNA Belanda di Tanah Abang, HP Korban Dikembalikan
Pria di Cianjur Cabuli dan Bunuh Anak Tiri karena Cemburu Istrinya Gugat Cerai
Harga Minyak Dunia Turun di Tengah Ketidakpastian Negosiasi Damai AS-Iran
Polisi Tangkap Terduga Pembunuh Warga Korea Selatan di Tambun Selatan