MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, mengakhiri Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar konsolidasi politik di Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Jawa Barat, yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu. Dalam pertemuan dengan jajaran partai, politisi NasDem itu menekankan pentingnya persiapan matang dan terukur untuk menyambut momentum politik menuju Pemilu 2029.
Momentum Politik: Persiapan Dikali Kesiapan
Dalam arahannya, Saan Mustopa yang juga Wakil Ketua Umum Partai NasDem, mengibaratkan kemenangan politik bukanlah pencapaian instan. Ia lantas menggunakan analogi fisika untuk merinci konsep momentum. Dalam pandangannya, momentum politik lahir dari pertemuan antara persiapan yang matang dan kesiapan yang kuat, mirip rumus fisika di mana momentum adalah hasil perkalian massa dan kecepatan.
"Momentum politik adalah perkalian antara persiapan yang kita miliki dengan kesiapan kita. Kalau kesiapan kita nol, maka momentum itu tidak akan pernah terjadi," tegas Saan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/2/2026).
Ia melanjutkan bahwa persiapan utama tidak hanya bersifat teknis dan strategis, tetapi juga menyangkut aspek mental. Tanpa fondasi mental yang tepat, kata dia, upaya meraih kemenangan akan menemui hambatan yang signifikan.
"Apa itu mental pemenang? Mental yang penuh optimisme, mental yang ditandai tekad yang kuat. Kita harus punya ambisi dan keinginan yang tinggi. Karena kalau ada kemauan, pasti ada jalan," ungkapnya.
Prestasi Harus Terus Tumbuh, Struktur Harus Hidup
Meski menilai perkembangan politik di Dapil 8 menunjukkan tren positif, Saan mengingatkan agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka statis. Ia menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan, yang menurutnya hanya bisa diwujudkan dengan penguatan struktur partai hingga ke akar rumput.
Artikel Terkait
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Capai 91 Persen, Fokus Beralih ke Pemulihan Sosial-Ekonomi
Dua Penumpang Lompat dari Angkot Usai Dibegal di Medan, Satu Kritis